Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Prof Tjandra: Varian Baru Covid-19 Muncul Jika Terjadi Penularan Besar di Masyarakat

Sejak kemunculannya, varian Covid-19 terus melakukan mutasi. Namun kemunculan varian Delta cukup membawa dampak yang cukup berat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Prof Tjandra: Varian Baru Covid-19 Muncul Jika Terjadi Penularan Besar di Masyarakat
HO/TRIBUNNEWS
Prof Tjandra Yoga Aditama - Guru Besar FKUI & Universitas YARSI.  - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO SEARO dan Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit & Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak kemunculannya, varian Covid-19 terus melakukan mutasi.

Namun kemunculan varian Delta cukup membawa dampak yang cukup berat.

Sesudah Delta keluar, Ketua Komite Kedaruratan WHO mengatakan bahwa sesudah varian Delta harus waspada tentang kemungkinan varian baru yang mungkin lebih berat dan tidak terkontrol.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI dan Guru Besar FKUI, Prof Tjandra Yoga Aditama.

"Itu kalimat resmi dari WHO. Ternyata ada varian NU, Lambda dan Omicron yang ternyata situasinya agar berbeda dengan perkiraan,"ungkap Daeng pada kanal YouTube MNC Trijaya, dikutip Tribunnews, Senin (17/1/2022).

Awalnya, banyak yang memperkirakan varian baru Covid-19 akan muncul lebih berat. Namun saat ini varian Omicron baru diidentifikasi lebih menular, namun gejala ringan dan tidak terlalu berat.

Baca juga: Luhut: Puncak Kasus Omicron Diprediksi pada Pertengahan Februari hingga Awal Maret

Rekomendasi Untuk Anda

"Tidak terlalu mudah untuk memastikan ada atau tidak adanya varian baru di masa yang akan datang. Tapi ada satu bisa pastikan bahwa varian baru itu terbentuk kalau ada penularan besar di masyarakat," kata Prof Tjandra menambahkan.

Jika penularan di masyarakat tinggi, kata Prof Tjandra, maka virus itu bisa replikasi dan bertambah banyak. Kalau virus bertambah banyak, bukan tidak mungkin copy paste salah sehingga membentuk varian baru.

"Yang bisa dilakukan adalah mencegah penularan masyarakat. Ditekan sebesar mungkin. Antara lain vaksinasi, tetap menggunakan protokol kesehatan, saya sudah beberapa kali sampaikan," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas