Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Indonesia Dalam Posisi Rawan dalam Hadapi Varian Omicron

Karena jika gagal melakukan mitigasi, maka bisa berakibat fatal. Bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami situasi seperti di luar negeri sana.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Indonesia Dalam Posisi Rawan dalam Hadapi Varian Omicron
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman mengatakan  bahwa pemerintah harus mengambil kebijakan yang tepat dalam penanganan virus corona. 

Karena jika gagal melakukan mitigasi, maka bisa berakibat fatal. Bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami situasi seperti di luar negeri sana. 

"Karena bagaimana pun kita punya kelemahan jadi setengah dari populasi kita belum mendapat dua dosis vaksin. Artinya rawan," ungkapnya pada Tribunnews, Jumat (28/1/2022). 

Belum lagi terjadinya penurunan imunitas. Kedua hal ini membuat Indonesia semakin rawan. 

Disusul dengan kemampuan Indonesia dalam memahami situasi, mendeteksi kasus sedari dini yaitu testing, treacing dan treatment (3T).

Baca juga: UKHSA: Vaksin Booster Tingkatkan Perlindungan Terhadap Kematian akibat Omicron hingga 95 Persen

"Jadi 3T kita lemah sekali. Kalau diklaim situasi masih terkendali, 3T yang lemah, berarti terkendali apa? Tidak kuat, validitasnya," tegas Dicky. 

Untuk bisa mengatakan situasi terkendali, Indonesia setidaknya bisa memenuhi deteksi dini sesuai standar WHO yang disebut ade kuat dan memadai. Yaitu 4 orang per seribu dari populasi perminggu.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas