Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenkes: Varian Deltacron Sampai Saat Ini Belum Ada di Indonesia

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat KKemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sampai saat ini di belum mendeteksi varian Deltacron.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kemenkes: Varian Deltacron Sampai Saat Ini Belum Ada di Indonesia
Shutterstock
Kemenkes: Varian Deltacron Sampai Saat Ini Belum Ada di Indonesia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sampai saat ini di tanah air belum mendeteksi kehadiran varian Deltacron.

“Hingga saat ini, pemerintah belum mendeteksi kasus varian Deltacron di Indonesia dan kita terus akan memantau," kata Nadia dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/3/2022).

Baca juga: Muncul Varian Deltacron, Bagaimana Gejala dan Tingkat Keparahannya? Satgas: Masih Diteliti WHO

Baca juga: Ahli Sebut Deltacron Belum Terlalu Mengkhawatirkan, Tapi Jangan Dianggap Sepele

Ia pun meminta apapun jenis varian yang ada, masyarakat harus tetap waspada dengan menjalankan protokol kesehatan serta displin mengikuti vaksinasi.

Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Belanda, Perancis, dan Denmark, telah melaporkan kasus varian tersebut.

Jubir Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi Sebut 2 Persen Pelaku Perjalanan Internasional Positif COvid-19 saat masuk Indonesia (Youtube Kementerian Kesehatan RI) Sabtu (10/9/2021)
Jubir Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi Sebut 2 Persen Pelaku Perjalanan Internasional Positif COvid-19 saat masuk Indonesia (Youtube Kementerian Kesehatan RI) Sabtu (10/9/2021) (Youtube Kementerian Kesehatan RI)

"Vaksin Covid-19 jenis apapun yang saat ini kita gunakan masih efektif untuk mempertahankan diri dari virus termasuk sub varian Omicron BA.1 maupun BA.2.

Kuncinya kita harus lengkapi vaksinasi dua dosis, serta perlu menambah dosis ke 3 atau booster untuk menambah pertahanan kita dari sub varian Omicron ini. Tidak lupa, tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat,” jelas dr. Nadia.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun data terkait karakteristiknya pun masih sangat terbatas meskipun WHO mambahasnya dalam pertemuan Technical Advisory Group on Virus Evolution atau grup penasihat teknis terkait evolusi virus yang dihadiri para pakar virus di dunia.

Dampak varian ini terhadap indikator epidemiologi maupun tingkat keparahan gejala belum dapat dipastikan dan masih terus diteliti.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas