Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

WHO Keluarkan Rilis Varian Baru Omicron yang Didominasi XE, Epidemiolog Ingatkan Tetap Waspada

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis satu informasi mengenai ditemukan potensi varian baru hasil mutasi re-kombinan.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in WHO Keluarkan Rilis Varian Baru Omicron yang Didominasi XE, Epidemiolog  Ingatkan Tetap Waspada
Dokumentasi Pribadi
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis satu informasi mengenai ditemukan potensi varian baru hasil mutasi re-kombinan.

Varian baru ini merupakan hasil rekombinan BA.1 dan BA.2 yang saat ini sementara disebut sebagai varian omicron XE. Hal ini diungkapkan oleh Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman.

"Berasal dari struktur proteinnya yang memang struktur protein Omicron didominan XE. Kalau XD, itu Delta," ungkapnya pada Tribunnews, Senin (4/3/2022).

Baca juga: CDC: Sub-varian Omicron BA.2 Kini Dominan di AS

Baca juga: Kepala BIN Ungkap Kunci Cegah Penularan Omicron BA.2: Perkuat Vaksinasi dan Perbaiki Gaya Hidup

Menurut Dicky hal yang membuat masyarakat harus waspada adalah informasi awal yang dirilis.

Ini menunjukkan varian Omicron XE ini 10 persen lebih cepat penyebarannya.

Begitu pula pada kemampuan menginfeksi jika dibandingkan Omicron BA.2.

Rekomendasi Untuk Anda

Dicky menyebutkan varian BA.2 saat ini menyebabkan situasi perburukann di Cina, Taiwan, Hongkong dengan jumlah kematian yang cukup tinggi.

Terutama pada kelompok masyarakat yang belum divaksinasi booster.

Begitu pun pada masyarakat yang mengalami penurunan imunitas setelah vaksnasi dosis kedua.

"Nah kalau dia 10 persen lebih cepat pertumbuhannya dari BA.2, artinya dibandingkan dengan omciron awal, BA.1 maka dia lebih 40 persen lebih cepat. Dan ini jauh lebih cepat lagi dibanding waktu misalnya Delta sekali pun," papar Dicky lagi.

Ia pun menyebutkan hal ini menjadi pembuktian bahwa di tengah euforia dunia terhadap pandemi Covid-19, kemunculan varian ini menjadi pengingat pada masyarakat untuk tidak abai.

Apa lagi pada Indonesia yang saat ini masih terbatas kemampuannya dalam survelens genomic. Dicky pun menganjurkan untuk tetap waspada melihat perkembangan global.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas