Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Sub-Varian Baru Omicron Ditemukan di New York, Pakar Sarankan Indonesia Ketatkan Surveillans

Departemen Kesehatan negara bagian New York melaporkan munculnya dua subvarian Omicron di daerahnya, yaitu BA.2.12 dan BA.2.12.1 pada 13 April 2022.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Sub-Varian Baru Omicron Ditemukan di New York, Pakar Sarankan Indonesia Ketatkan Surveillans
HO/TRIBUNNEWS
Prof Tjandra Yoga Aditama 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Departemen Kesehatan negara bagian New York melaporkan munculnya dua subvarian Omicron di daerahnya, yaitu BA.2.12 dan BA.2.12.1 pada 13 April 2022.

Kemunculan varian baru tersebut membuat kasus Covid-19 kembali melonjak.

Pakar ilmu kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mencatat sejumlah informasi mengenai temuan mutasi virus Corona tersebut.

Diketahui, varian ini lebih cepat menular dan mendominasi kasus Covid-19 di Amerika Serikat.

"Sub varian ini sudah dominan karena tercatat dalam jumlah 80,6 persen dari kasus Covid-19 di seleuruh negara bagian New York," kata Tjandra dalam keterangan tertulis, Selasa (19/4/2022).

Diperkirakan varian ini lebih cepat bertumbuh dengan growth advantage sebesar 23 persen-27 persen di atas varian BA.2 yang biasa. Bahkan menjadi penyebab utama kenaikan kasus di New York.

"Pada Maret yang lalu maka BA.2.12 dan BA.2.12.1 meliputi lebih dari 70 persen prevalensi kasus di Central New York, dan angkanya naik menjadi lebih dari 90 persen pada bulan April ini," beber Tjandra.

Baca juga: Hindari Kemunculan Omicron Varian Baru, Pakar Epidemiologi Anjurkan Masyarakat Tetap Waspada

Rekomendasi Untuk Anda

Sejauh ini belum ada laporan tentang apakah sub varian baru tersebut menimbulkan penyakit lebih berat atau tidak, pihak Departemen Kesehatan setempat masih memonitor perkembangnnya.

Dua sub varian baru itu dapat ditemukan, karena pemerintah setempat melakukan surveilan secara ketat, termasuk pada limbah di kota dan menganalisanya dengan amat seksama.

Hal itu perlu ditiru pemerintah Indonesia.

"Akan baik kalau kita di Indonesia juga terus meningkatkan kemampuan surveilan di berbagai tingkatannya," ujar Tjandra.

Menurut WHO (2004), surveilans merupakan proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data secara sistematis dan terus menerus serta penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkan untuk mengambil tindakan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas