Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

IDI: 752 Dokter di Indonesia Meninggal Dunia akibat Covid-19

IDI meminta tenaga kesehatan medis baik dokter umum, maupun dokter spesialis untuk tetap waspada pada kasus Covid dan juga penyakit menular lainnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in IDI: 752 Dokter di Indonesia Meninggal Dunia akibat Covid-19
Tribun Palopo
ilustrasi covid-19 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Mitigasi IDI melaporkan hingga Maret 2022, sebanyak 752 dokter di Indonesia yang terdiri dokter umum maupun spesialis meninggal dunia akibat Covid-19.

Data tersebut tersebar dari 29 provinsi di Indonesia.

Adapun rinciannya terdiri dari 252 dokter meninggal pada tahun 2020, 495 dokter meninggal karena Covid-19 sepanjang 2021, dan 5 dokter meninggal karena Covid-19 sepanjang Januari hingga Maret 2022.

“Setelah bulan Maret 2022, masih belum ada tercatat dokter meninggal karena Covid. Meski demikian, kami mengimbau rekan sejawat dokter dan dokter spesialis tetap menjalankan protokol Kesehatan ketat dan mengenakan APD lengkap saat penanganan kasus Covid,” tegas Bidang Advokasi Tim Mitigasi IDI Dr Eka Mulyana, SpOT(K) dalam acara di Jakarta, Selasa (21/6/2022).

IDI meminta tenaga kesehatan medis baik dokter umum, maupun dokter spesialis untuk tetap waspada pada kasus Covid dan juga penyakit menular lainnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Update Covid-19 Selasa, 21 Juni 2022: Kasus Baru Naik, Tambah 1.678 Kasus

Tim Mitigasi IDI mengimbau apabila ada rekan sesama dokter dan dokter spesialis menemukan gejala sesuai dengan Covid-19, ataupun penyakit menular yang sedang menjadi sorotan kewaspadaan agar segera dilaporkan pada Dinas Kesehatan setempat.

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui, Indonesia kembali mencatat kenaikan kasus Covid-19 selama beberapa pekan terakhir. Peningkatan signifikan mulai terlihat sejak awal pekan ini sebanyak 591 kasus, kemudian penambahan 930 kasus, hingga tembus 1.242 kasus ada tengah pekan.

Subvarian BA.4 dan BA.5 menjadi varian of Concern yang dikuatirkan saat ini karena mudah menular. Kementerian Kesehatan memperkirakan jumlah kasus akan terus meningkat hingga akhir Juli tahun ini mencapai 20 ribu per hari.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas