Tribun

Virus Corona

Kemenkes Belum Terbitkan Aturan Pelaksanaan Vaksin Booster Pfizer bagi Remaja di Bawah 18 Tahun

Padahal, Badan POM atau BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau EUA vaksin Pfizer sebagai booster pada kelompok usia 16-18 tahun.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
zoom-in Kemenkes Belum Terbitkan Aturan Pelaksanaan Vaksin Booster Pfizer bagi Remaja di Bawah 18 Tahun
WARTA KOTA/WARTA KOTA/YULIANTO
Warga mengikuti vaksin booster di Sentra Vaksinasi Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2022). Pemerintah bekerjasama dengan sejumlah pihak terus melaksanakan giat vaksinasi Covid-19. Banyak sentra vaksinasi yang masih dibuka di sejumlah tempat di DKI Jakarta. Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada tambahan 3.696 kasus baru corona pada 1 Agustus 2022. Dengan penambahan tersebut, jumlah kasus Covid-19 sejak pandemi terjadi di Indonesia mencapai 6.210.794 kasus positif Corona. Warta Kota/YULIANTO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) belum menerbitkan aturan pelaksanaan vaksin booster bagi remaja berusia di bawah 18 tahun.

Diketahui, Badan POM atau BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau EUA vaksin Pfizer sebagai booster pada kelompok usia 16-18 tahun.

"Kami belum memikirkan kebijakan, karena pertama EUA-ya sulit dilakukan. Operasional umurnya pendek 16-17 tahun, 18 tahun kan sudah booster. Sulit di 16-17 tahun itu, tipis range umurnya," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu  
 yang ditemui di gedung Kemenkes, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Baca juga: BPOM Izinkan Booster untuk Anak Usia 16-18 Tahun Pakai Vaksin Comirnaty

Pertimbangan lain vaksin booster tersebut urung dilakukan adalah pengguna vaksin primer Pfizer yang jumlahnya sangat terbatas.

Ia menyebut, vaksin primer usia 16-18 tahun 90 persen menggunakan vaksin Sinovac.

"Sembilan puluh persen remaja disuntik vaksin Sinovac. Jadi kita lakukan itu kasihan yang dapat Pfizer sedikit enggak sampai 2 juta, bagaimana kita mau lakukan," ungkap dia.

Dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu, Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito, mengatakan, dosis booster vaksin Comirnaty atau Pzifer yang disetujui sebanyak 1 dosis (30 mcg/0.3 mL).

"Jarak penggunaannya sekurang-kurangnya 6 bulan setelah dosis kedua vaksinasi primer menggunakan Vaksin Comirnaty (booster homolog),” kata dia, Selasa (2/8/2022).

Menurut data studi klinik fase 3 yang dilakukan pada subjek usia 16 tahun atau lebih menunjukkan, adanya efektivitas pemberian booster pada kelompok usia 16 tahun ke atas, serta profil keamanan yang serupa dengan profil keamanan pada pemberian vaksinasi dosis primer.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas