Tribun

Virus Corona

Kemenkes Minta Semua Provinsi Batasi Konser Musik, Sandiaga: Bisa Dilakukan dengan Protokol Ketat

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, kebijakan itu perlu diadaptasi oleh semua provinsi di Indonesia.

Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Kemenkes Minta Semua Provinsi Batasi Konser Musik, Sandiaga: Bisa Dilakukan dengan Protokol Ketat
YouTube Kementerian Kesehatan RI
Juru Bicara Kemenkes Dr Syahril. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyambut baik kebijakan pemerintah provinsi DKI Jakarta yang akan membatasi kegiatan festival musik atau konser. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyambut baik kebijakan pemerintah provinsi DKI Jakarta yang akan membatasi kegiatan festival musik atau konser.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, kebijakan itu perlu diadaptasi oleh semua provinsi di Indonesia.

"Harus dilakukan oleh semua seluruh yang terkait. Terima kasih kepada DKI Jakarta, saya kira bukan hanya DKI seluruh provinsi harus ditertibkan (kegiatan kerumunan)," ujar dia dalam konferensi pers, Kamis (10/11/2022).

Menurutnya, konser maupun kegiatan berkerumun selain berpotensi sebagai sumber penularan Covid-19 juga bisa menimbulkan kerusuhan.

"Harus bijaksana dalam melakukan hal ini artinya apa kerumunan yang begitu besar bukan saja akan menyebabkan penularan atau masalah covid tadi kita lihat beberapa kerusuhan terjadi karena kerumunan yang tidak bisa diatur," ujar plt dirut RSPI Sulianti Suroso ini.

Terpisah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menanggapi adanya isu idak boleh diselenggarakan event sampai Desember 2022.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Naik 47 Persen, Bed Occupancy Ratio di RS Capai 30 Persen

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membantah adanya kabar tersebut karena tetap boleh ada penyelenggaraan event konser musik

"Nah sama sekali tidak benar, isu ini sangat kontraproduktif terhadap bisnis konser musik di tanah air. Presiden Jokowi telah mengizinkan konser digelar dengan syarat protokol kesehatan dan keamanan terpenuhi," ujarnya.

Sementara, Kemenparekraf sudah menyusun buku pedoman Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) sebagai panduan penyelenggaraan event. 

"Jadi, tetap dapat dilakukan. Namun, tetap dengan protokol yang ketat, sehingga event konser maupun gelaran budaya yang akan dilakukan beberapa bulan ke depan ini semua dapat dilakukan," kata Sandiaga. 

Selain itu, Kemenparekraf akan memfasilitasi pelaku penyelenggara untuk dapat menggelar kegiatan event dengan koordinasi bersama pihak terkait.

"Pokoknya masih boleh dilakukan ya semuanya ya, kita pastikan kita akan fasilitasi, silakan presentasikan rencana event. Kami akan kolaborasi bersama Polri, Satgas Covid-19, dan Kemenkes, akan memberikan surat rekomendasi dari Kemenparekraf dan surat izin keramaian tentunya dikeluarkan oleh Polri," pungkasnya.

Diketahui, tren kasus positif Covid-19 di Indonesia melonjak selama satu pekan terakhir atau tepatnya awal November 2022. Jika dipersentasekan angka kenaikan hampir 50 persen.

Kasus positif harian tercatat 4.707 kasus pada Selasa (1/11).

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas