Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibu-ibu Curhat Minimnya Kepercayaan terhadap Wanita dalam Politik

Curhatan hati (curhat) tersebut terungkap dalam seminar bertajuk Perempuan dan Kebijakan Publik.

Ibu-ibu Curhat Minimnya Kepercayaan terhadap Wanita dalam Politik
DPD RI
Seminar bertajuk Perempuan dan Kebijakan Publik, yang digelar Pengurus Daerah Wanita Islam Kota Pematangsiantar di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Kartini, Kamis (27/6/2019). 

“Kami sudah turun langsung ke masyarakat. Mendatangi perkumpulan-perkumpulan, pengajian, dan lainnya. Awalnya mereka meyakinkan suara mereka tidak akan ke mana-mana, tapi nyatanya di hari H, tidak terealisasi,” cerita seorang perempuan yang menjadi calon anggota legislatif saat Pemilihan Umum (pemilu) April lalu.

Curhatan hati (curhat) tersebut terungkap dalam seminar bertajuk Perempuan dan Kebijakan Publik, yang digelar Pengurus Daerah Wanita Islam Kota Pematangsiantar di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Kartini, Kamis (27/6/2019).

Dalam seminar yang menghadirkan pembicara Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Darmayanti Lubis itu, para peserta sekaligus melepas kerinduan dengan Darmayanti yang disapa ‘Bunda’.

Darmayanti sendiri, sempat menceritakan bagaimana perjuangannya untuk ‘menjaga’ suaranya dalam Pemilu lalu. Bahkan, hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kita masih berjuang. Berkas sudah masuk ke MK. Tinggal menunggu jadwal sidang,” terang Darmayanti, yang tahun ini merupakan kali ketiga ia menjadi calon anggota DPD.

Kata Darmayanti, jika perempuan diberikan kesempatan berkecimpung dalam politik, tentunya arah kebijakan publik  akan lebih peduli terhadap perempuan.

“jadi para perempuan, belajarlah ilmu politik. Negara tidak ada membatasi peranan perempuan. Tetap diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki,” terangnya.

Sedangkan agama, khususnya Islam, lanjutnya, juga mendorong perempuan untuk maju.

“Tentunya tetap menutup aurat, bersikap sesuai akidah, dan bisa memberikan manfaat atau berkah,” katanya lagi.

Perempuan, sambungnya, harus punya ilmu. Tanpa ilmu, perempuan tidak akan mampu berbicara.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas