Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wakil Ketua DPD RI Apresiasi Pertamina Karena Elpiji Hadir di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin mengapresiasi pendistribusian elpiji yang digagas Pertamina.

Wakil Ketua DPD RI Apresiasi Pertamina Karena Elpiji Hadir di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas beraktivitas di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Srengseng, Jakarta Barat, Senin (1/2/2021). Pemerintah pada 2021 mengalokasikan anggaran sekitar Rp 54 triliun untuk subsidi LPG dan akan menyediakan LPG sampai 7,5 juta metrik ton untuk masyarakat. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM - Pertamina mendistribusikan 44 tabung liquified petroleum gas (LPG/elpiji) ukuran 12 kilogram untuk dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Ini menjadi pengiriman perdana untuk wilayah perbatasan RI–Malaysia, sekaligus menjadi pengiriman elpiji pertama yang menggunakan pesawat terbang di Indonesia.

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin mengapresiasi pendistribusian elpiji yang digagas Pertamina. Menurutnya, penting untuk memenuhi kebutuhan khususnya tabung gas elpiji didaerah pinggir Indonesia.

"Ini langkah yang harus dijalankan terus menerus oleh Pertamina. Ingat, warga di perbatasan kita adalah warga Indonesia juga dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara. Dengan begitu, pemerintah menjalankan amanatnya untuk mensejahterakan warganya meskipun terletak di perbatasan," ujar Sultan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/3/2021).

Sultan bercerita, masyarakat di Nunukan, Kalimantan Utara kerap membeli gas elpiji dari negara tetangga. Harga untuk satu tabung gas elpiji beserta ongkos pikul seharga Rp1,4 juta, kemudian untuk isi ulangnya Rp250 ribu sampai Rp300 ribu, belum ditambah ongkos pikul.

Sedangkan bila membeli dari Pertamina, NPSO 12 kilogram harganya Rp600 ribu dan harga isi ulangnya Rp200 ribu.

"Hal ini, tentunya menolong warga. Jangan sampai mengandalkan negara tetangga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya sangat mendukung program seperti ini, karena untuk membantu masyarakat khususnya di daerah perbatasan Indonesia," jelas mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini.

Selain itu, Sultan juga meminta kepada pemerintah agar mendistribusikan tabung gas ukuruan 3 kilogram. Sebab, melihat geografis dan kondisi masyarakat disana, perlu bantuan serta subsidi dari pemerintah pusat guna kebutuhan sehari-hari.

"Kedepannya saya harapkan jangan hanya tabung elpiji 12 kilogram, tapi yang subsidi 3 kilogram. Banyak masyarakat di perbatasan yang perlu subsidi dari pemerintah," tegas salah satu senator muda ini.

Lebih jauh, Sultan berharap, daerah perbatasan pun harus diprioritaskan sebab wajah negara dilihat berdasarkan daerah perbatasan. "Sehingga negara lain melihat Indonesia sebagai negara yang memperhatikan warga negaranya meskipun di perbatasan," tandas Sultan.

Pertamina sebagai BUMN memiliki tugas menyalurkan energi sampai ke pelosok negeri, tak hanya BBM namun juga elpiji yang diangkut menggunakan pesawat.

Harga jual tabung Rp600 ribu dan harganya sama yang dinikmati masyarakat Kaltara pada umumnya. Dalam hal ini pihak Pertamina menanggung harga ongkos penerbangan elpiji, agar tetap dapat dinikmati masyarakat.

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas