Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ketua DPD RI Sebut Inovasi Dibutuhkan untuk Pulihkan Ekonomi Daerah

LaNyalla menilai pemerintah daerah tidak bisa terlalu mengandalkan APBN. Inovasi dari perda adalah kunci.

Ketua DPD RI Sebut Inovasi Dibutuhkan untuk Pulihkan Ekonomi Daerah
TRIBUN/DANY PERMANA
Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti berbincang dengan redaksi Tribun Network di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM - Banyaknya daerah yang mengalami defisit anggaran mendapat perhatian dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, pemerintah daerah harus menghadirkan sejumlah inovasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

LaNyalla yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur mengatakan, defisit anggaran serta penurunan pendapatan disejumlah daerah terjadi lantaran pandemi.

"Ini kondisi yang serius. Sebab daerah tidak bisa keluar dari tekanan tersebut. Padahal pandemi sendiri masih mengancam," katanya, Sabtu (3/4/2021).

LaNyalla pun menilai pemerintah daerah tidak bisa terlalu mengandalkan APBN.

"Untuk pemulihan ekonomi, kita tidak dapat hanya mengandalkan APBN. Apalagi antusiasme pinjaman untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) daerah telah mencapai Rp 30 triliun. Ini tentu akan memberatkan keuangan negara," ujarnya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu mengatakan, disaat seperti ini dibutuhkan sejumlah inovasi.

"Kita perlu inovasi-inovasi dalam pemulihan ekonomi yang dapat dilakukan oleh daerah untuk
memenuhi tantangan baru dengan menggunakan sumber daya yang ada melalui ide dan praktek sehingga pemerintah daerah dapat menciptakan berbagai terobosan program dan pembiayaan baru yang dapat mendorong proses percepatan pemulihan ekonomi daerah," katanya.

LaNyalla mencontohkan inovasi dan terobosan ekonomi seperti dilakukan Kabupaten Banyuwangi dengan program Smart Kampung dengan memasukkan digital dan sistem informasi untuk memudahkan layanan bagi masyarakat lebih cepat dan baik.

"Tentu ini dapat ditiru untuk diterapkan namun tetap di sesuaikan dengan setiap potensi dan kondisi daerahnya. Jadi kita bersama-sama memperjuangkan pemulihan ekonomi," ujar mantan Ketua Umum PSSI itu. (*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas