Tribun

Di Hadapan Panglima TNI, Filep Minta Tangani Papua dengan Cinta Kasih

Senator Papua Barat Filep Wamafma meminta Panglima TNI Andika Perkasa dapat melakukan pendekatan dengan menyesuaikan tipologi rakyat Papua

Editor: Content Writer
zoom-in Di Hadapan Panglima TNI, Filep Minta Tangani Papua dengan Cinta Kasih
DPD RI
Senator Papua Barat Filep Wamafma dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa 

“Tiap-tiap daerah itu memiliki memiliki variabel yang berbeda yang mempengaruhi kondisi keamanan. Kita yang harus menghadapi tapi yang jelas kami juga ingin mengajari masyarakat kita bahwa perbedaan apapun masalahnya tidak seharusnya diselesaikan dengan cara kekerasan,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia adalah negara yang beradab dan memiliki undang-undang dasar yang harus dijunjung tinggi. Ia menginginkan TNI melakukan penegakan hukum dengan menggunakan mekanisme hukum nasional. Menurut Andika, penegakan hukum juga harus dilakukan pada saat memang dibutuhkan terlebih saat adanya serangan bersenjata.

“Alasannya kita kadang-kadang harus bertindak. Setelah saya menjabat kemudian tidak ada penegakan hukum tidak juga, karena memang harus tetapi tidak lagi seperti yang lalu-lalu. Kita harus pasti misalnya kita harus pasti sasarannya siapa, apa kelakuannya atau catatan tindakan.

Ia menjelaskan, TNI ingin mengajari bahwa pihak yang bersenjata pun tidak perlu menjadi korban sama seperti di provinsi lain. Ia menyontohkan, di Maluku, TNI lebih banyak mendapatkan senjata sejak awal tahun lalu yakni sekitar 300 senjata dan tanpa adanya korban.

“Artinya kita ingin masyarakat hidup benar-benar mentaati ketentuan hukum senjata tidak boleh beredar tapi juga kami tidak ingin adanya korban. Masalahnya di Papua dan Papua Barat sejak saya, saya tidak berbicara sebelum saya. Kita yang menjadi target dan ini adalah contoh yang kurang bagus dalam hal nilai-nilai kemanusiaan. Boleh saja kami tentara tapi kami juga tidak boleh dibunuh karena kami melakukan tugas normal,” ujarnya.

Selain itu, Andika juga menyayangkan penembakan terhadap anggota TNI termasuk diantaranya saat mereka tidak bersenjata, seperti insiden Maybrat, Papua Barat. Menurutnya para prajurit TNI hanya bertugas menjaga keamanan dan kerap kali membantu warga termasuk juga memperbaiki jembatan. TNI juga membantu operasi pengamanan untuk memulangkan para pengungsi Kisor kembali ke kampung halamannya dengan selamat.(*)

berita POPULER
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas