Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hadiri Peringatan Maulid Dan Doa Kebangsaan, Sultan: Stabilitas Keamanan Syarat Kemajuan Bangsa

aktivitas pembangunan daerah maupun nasional hanya dapat berjalan dalam suasana kebangsaan yang aman dan damai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Hadiri Peringatan Maulid Dan Doa Kebangsaan, Sultan: Stabilitas Keamanan Syarat Kemajuan Bangsa
istimewa
SYARAT KEMAJUAN BANGSA - Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menghadiri Maulid Nabi dan Doa Kebangsaan di Palembang. Ia menegaskan stabilitas keamanan sebagai syarat kemajuan bangsa serta mendorong generasi muda meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW menuju Indonesia Emas 2045. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamudin, menegaskan bahwa aktivitas pembangunan daerah maupun nasional hanya dapat berjalan dalam suasana kebangsaan yang aman dan damai.

Hal tersebut disampaikan mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, istighosah, dan doa kebangsaan yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Kamis (4/9).

“Beberapa hari ini demokrasi Indonesia diuji dengan aksi demonstrasi masif di hampir semua daerah. Saat ini situasi nasional sudah stabil, Indonesia baik-baik saja,” ujarnya.

Dalam doa kebangsaan yang dihadiri tokoh lintas agama tersebut, Sultan menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pribadi rahmatan lil alamin sekaligus negarawan yang demokratis. Rasulullah menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah, keadilan sosial, toleransi, dan pluralisme.

Baca juga: Sultan Najamudin Terima Bintang RI Utama, DPD RI Tegaskan Kawal Asta Cita di Daerah

“Di Madinah, Rasulullah membentuk Piagam Madinah yang menjadi dasar kehidupan bersama antara umat Islam, Yahudi, dan suku-suku lainnya. Ini adalah bukti kepemimpinan inklusif dan pluralistik,” tegas Sultan.

Lebih lanjut, mantan Ketua KNPI Bengkulu itu mendorong generasi muda Palembang untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai modal penting menuju Indonesia Emas 2045.

“Anak muda Indonesia harus fokus meningkatkan kapasitas intelektual, berakhlak mulia, dan memiliki skill yang unggul. Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini adalah momentum penting bagi kita semua untuk memastikan anak-anak kita siap menjadi pengisi utama acara puncak Indonesia Emas 2045 nanti,” tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hadir dalam acara doa kebangsaan tersebut Wakil Ketua DPD RI asal Papua, Yorris Raweyai; Anggota DPD RI, Jialika Maharani; Duta Besar Republik Seychelles, Nico Barito; Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Selain itu, doa kebangsaan yang diikuti sekitar 5.000 masyarakat ini dipimpin langsung oleh perwakilan enam tokoh agama di Sumatera Selatan, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Baca juga: Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Tekankan Pentingnya Peran Pemuda Islam dalam Demokrasi

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas