Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

CPNS Dituntut Penuhi Kompetensi dan Profesionalisme

Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Setken DPR RI Rahmad Budiaji mengharapkan agar para pelamar CPNS dapat memenuhi kualifikasi syarat, jabatan, ko

CPNS Dituntut Penuhi Kompetensi dan Profesionalisme
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Peserta seleksi kompetisi bidang (SKB) bagi CPNS Pemkot Surabaya dengan hasil rapid tes reaktif mengikuti tes di bilik khusus di GOR Pancasila, Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (22/9/2020). Seleksi itu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, mulai dari mengenakan masker, pelindung wajah, dan sarung tangan serta jarak antar peserta tes, termasuk memisahkan peserta dengan hasil rapid tes reaktif dalam bilik khusus. Sebanyak 1.142 orang mengikuti SKB CPNS Pemkot Surabaya selama 3 hari di mana dalam satu hari terdapat 3 sesi dengan peserta sebanyak 140 orang. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

TRIBUNNEWS.COM – Panitia Seleksi CPNS Sekretariat Jenderal DPR RI tahun 2019 melaksanakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tahap III secara wawancara. Mengingat masih tingginya sebaran Covid-19, wawancara tersebut dilaksanakan secara daring. Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Setken DPR RI Rahmad Budiaji mengharapkan agar para pelamar CPNS dapat memenuhi kualifikasi syarat, jabatan, kompeten dan profesional. 

 "Tentu kita berharap setiap pelamar memenuhi kualifikasi syarat jabatan, sehingga tidak menjadi pegawai biasa, tapi pegawai yang memiliki kompetensi dan profesionalisme, itu harapannya. Dan kita seleksi secara objektif, tansparan dan akuntabel," papar Rahmad saat diwawancarai Parlementaria di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2020). 

 Dia menjabarkan, secara umum untuk penerapan seleksi CPNS di Sekretariat Jenderal DPR RI masih sama dengan tahun sebelumnya. Perbedaannya lebih kepada metode pelaksanaan. Karena pada tahun yang lalu peserta wawancara bisa dihadirkan dan diundang, sehingga bisa datang langsung dan tatap muka. Tapi kalau sekarang untuk menghindari pergerakan orang antar wilayah, demi pencegahan penyebaran Covid-19, sehingga dilaksanakan secara virtual.

 Sementara untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Komputer, tahun lalu dilaksanakan secara mandiri, sementara tahun ini digabung dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dilaksanakan di wilayah terdekat dengan domisili masing-masing peserta. "Tapi kalau sekarang kita hindari pergerakan orang antar wilayah supaya ada pencegahan Covid-19, sehingga dilaksanakan secara virtual. Yang lalu psikotes itu juga dilaksanakan di sini mandiri, sekarang dilaksanakan juga secara online," jelas Rahmad. 

Dia juga mengungkapkan bahwa, formasi di Kesetjenan DPR RI masih kekurangan pegawai yang cukup signifikan. Kalau dari komposisi untuk PNS, kebutuhan pegawai bisa mencapai 1500 orang. Oleh sebab itu akan diisi secara bertahap untuk PNS, sementara untuk kekurangan akan diisi oleh tenaga PPNASN. 

"Formasi tahun lalu kita mengajukan 300 tapi mendapat persetujuannya 59 formasi. Sampai dengan tahap pelaksanaan ketiga SKB ini dari 59 itu, kemungkinan 11 akan kosong, karena memang tidak ada pelamar, atau ada pelamar tapi gagal melewati tes kep pada saat SKD. Jadi tersisa kemungkinan ada 49 formasi jabatan yang akan diisi," ungkap Rahmad. (*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas