Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Berita Parlemen

Gus AMI: Agama Tidak Boleh Dipisahkan dari Negara

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan, para ulama turut andil dalam mencerdaskan bangsa.

Gus AMI: Agama Tidak Boleh Dipisahkan dari Negara
dpr.go.id
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan, para ulama turut andil dalam mencerdaskan bangsa. Tak hanya itu, para ulama juga berperan dalam kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, ia berpesan kepada generasi muda untuk terus melestarikan semangat para ulama dalam membangun bangsa.

“Agama tidak boleh dipisahkan dari negara. Kita sebagai umat beragama harus ikut andil berjuang dan bersatu. Kemajuan tanpa Islam atau tanpa agama akan menjadi kemajuan yang semu,” ungkap Gus AMI saat menghadiri pengajian rutin Majelis Ahbaburrasul Indonesia pimpinan Sayyid Seif Alwi, di Karawang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021).

Menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengungkapkan, perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia belum lah usai. Masih banyak hal yang harus terus diperjuangkan demi meraih kemaslahatan dan kesejahteraan bersama.

Gus AMI menambahkan, Islam adalah sumber kemajuan terutama Islam Ahlussunah Waljamaah. Maka dari itu, ia yakin Majelis Ahbaburrasul pimpinan Sayyid Seif menjadi salah satu kekuatan dan solusi utama kemajuan bangsa.  

“Tahun 2015, saya pertama kali melihat video beliau (Sayyid Seif) di media sosia. Waktu itu saya curiga, jangan-jangan beliau ini bukan NU, karena kualitas gambarnya (videonya) bagus. Biasanya kalau NU kualitas gambarnya tidak bagus,” kelakar Gus AMI dan disambut gelak tawa jemaah yang hadir.

Sementara itu, pimpinan Majelis Ahbaburrasul Indonesia Sayyid Seif Alwi mengatakan, setiap negara harus mempunyai landasan. Dan landasan Indonesia adalah Pancasila, dimana sila pertama berbunyi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. “Itu artinya Indonesia peduli dengan keagamaan,” kata Sayyid Seif.

Ia juga menekankan bahwa bangsa Indonesia sepatutnya bersyukur karena memperoleh berbagai kemudahan dalam menjalankan ibadah. Itu semua berkat kepemimpinan umat Islam di Indonesia terakomodir dengan baik.

“Kita di Indonesia enak. Setiap blok rumah bebas bikin masjid, ngaji setiap saat boleh, kita ngaji rutin seperti sekarang boleh. Di negara-negara lain, majelis-majelis seperti ini sulit digelar,” ungkap Sayyid Seif.

Diketahui, Sayyid Seif Alwi memiliki nama lengkap Seif Alwi Iskandar bin Muhammad Misbah bin Muhammad Ali Hasan bin Ahmad bin Muhammad Syarif. Ia merupakan keturunan Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) yang ke-19 dan keturunan ke-25 Abdul Malik yang dikenal dengan sebutan Adzmat Khon.

Sayyid Seif Alwi banyak diperbincangkan publik lantaran video ceramahnya yang santun dan moderat banyak beredar di media sosial, baik Youtube, Facebook, dan Twitter. Sayyid Seif menjadi idola dengan dakwah islam yang sejuk dan toleran.

Turut hadir mendampingi Gus AMI diantaranya Sekjen DPP PKB M. Hasanuddin Wahid, Ketua Fraksi PKB Cucun A. Syamsurijal, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, serta sejumlah pengurus DPP PKB dan DPW PKB Jabar lainnya.(*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas