Ukraina Mamanas, Platini Harus Tentukan Sikap
Kapten Jerman Philipp Lahm meminta Presiden UEFA, Michel Platini, menekan pemerintahan Ukraina.
Editor:
Prawira
TRIBUNNEWS.COM - Kapten Jerman Philipp Lahm meminta Presiden UEFA, Michel Platini, menekan pemerintahan Ukraina. Hal ini terkait dengan meningkatnya suhu politik di Ukraina, yang menjadi tuan rumah Euro 2012 bersama Polandia.
"Menurut saya Platini harus menentukan sikap dan saya menunggu apa yang akan dikatakannya soal ini," ujar Lahm seperti dilansir Der Spiegel, Senin (7/5).
Lahm prihatin pada situasi politik di Ukraina. Ia pun mengatakan kalau kelangsungan Euro dalam bahaya. Padahal perhelatan akbar di Eropa itu tinggal 31 hari lagi.
"Saya tidak melihat hak-hak dasar dalam berdemokrasi diterapkan di sana. Hak asasi manusia dan kebebasan pers juga tak terlihat di Ukraina," kata pemain Bayern Muenchen ini.
Situasi politik di Negeri Andriy Shevchenko memanas setelah mantan Perdana Menteri Ukraina Yulia Tymoshenko dihukum penjara selama tujuh tahun sejak Oktober tahun lalu dengan alasan politis.
Bulan lalu Tymoshenko melakukan aksi mogok makan setelah mengklaim dipukuli oleh penjaga penjara.
Presiden Ukraina Viktor Yanukovych saat ini tengah menghadapi tekanan politik menyusul dipenjaranya bekas tokoh oposisi itu.
Yanukovych yang sejak lama menjadi rival politik mantan PM wanita itu tak mau mengintervensi keputusan pengadilan meski telah mendapatkan saran dari komunitas internasional.
Negara-negara Uni Eropa juga sudah mengeluarkan ancaman untuk memboikot Euro 2012. Para pemimpin Uni Eropa menilai pemerintah Ukraina telah melakukan pelanggaran HAM kepada Tymoshenko.
Menurut Independent, beberapa pemimpin Eropa dipelopori Kanselir Jerman, Angela Merkel, merencanakan pemboikotan Euro 2012 sebagai bagian dari aksi protes dan solidaritas sebagai sesama wanita.
Juru bicara Pemerintah Jerman menyebut Merkel hanya mau berkunjung ke Ukraina jika kondisi Tymoshenko sudah membaik.
Adapun Austria, Belgia, Belanda, Presiden Dewan Eropa, Komisioner UE telah membatalkan rencana kedatangan mereka. Inggris dan Jeman memang masih belum membuat keputusan, tetapi telah menyatakan prihatin dengan hak asasi manusia menyangkut Tymoshenko.
"Sepakbola sudah terlalu penting untuk tidak terpengaruh dengan apa yang terjadi di Ukraina," kata Lahm.
Jerman adalah favorit untuk merebut Euro 2012. Tiga pertandingan pertama mereka akan dimainkan di Ukraina.
Jerman tergabung di Grup B. Pertandingan Tim Der Panzer melawan Portugal (9 Juni) dan melawan Belanda (13 Juni) dimainkan di Kota Kharkov, tempat di mana Tymoshenko dipenjara.(Tribunnews.com)