TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Euro 2020

UEFA Akui Format EURO 2020 Tidak Fair, Sangat Untungkan Inggris Tapi Sudah Terlanjur ke Final

Jika Inggris akhirnya menjadi juara Euro 2020, UEFA tetap mencatatnya sebagai bagian dari sejarah sepak bola Eropa, meski tidak fair.

UEFA Akui Format EURO 2020 Tidak Fair, Sangat Untungkan Inggris Tapi Sudah Terlanjur ke Final
TWITTER.COM/GLASGOWEURO2020
Ilustrasi gelaran Euro 2020 dengan format 11 kota tuan rumah dianggap tidak fair. Satu yang paling diuntungkan adalah Inggris yang akhirnya bisa menembus babak final. 

"Ini tidak adil bagi penggemar, yang harus berada di Roma suatu hari dan Baku di hari berikutnya yang menempuh perjalanan 4 setengah jam."

"Kami harus banyak bepergian ke negara-negara dengan yurisdiksi berbeda, mata uang berbeda, negara Uni Eropa (UE) dan bukan UE, jadi itu tidak mudah," tambahnya.

Kendati demikian, Ceferin mengaku bahwa format tersebut telah diputuskan bahkan sebelum dirinya menjabat Presiden UEFA.

"Itu adalah format yang diputuskan sebelum saya datang (menjabat) dan saya menghormatinya."

"Ini adalah ide yang menarik, tetapi sulit untuk diterapkan dan saya tidak berpikir kami akan melakukannya lagi," ungkap Ceferin.

Tidak boleh terjadi lagi format turnamen yang sangat menguntungkan Inggris seperti di Euro 2020 ini.

Jika Inggris akhirnya menjadi juara Euro 2020, UEFA tetap mencatatnya sebagai bagian dari sejarah sepak bola Eropa, meski tidak fair.

Baca juga: Jebolan Timnas U-19 Indonesia Tembus Skuat Inti di Klub Korea Selatan

Namun, Ceferin juga mengatakan bahwa Euro 2020, yang pertama di masa jabatannya, adalah Euro paling "menarik".

"Ini Euro yang spesial pastinya, saya akan mengingatnya sebagai awal dari kehidupan normal dan kembalinya para penggemar."

"Saya belum pernah melihat Euro yang dramatis seperti ini, dengan pertandingan-pertandingan hebat dan hasil yang mengejutkan."

Menurut Ceferin, protokol kesehatan selama Euro 2020 dijalankan sangat ketat, semua orang dites.

Ceferin bahkan mengaku sudah dites Covid-19 sebanyak 76 kali.

Dia menyatakan semua yang terlibat telah divaksinasi.

"Di stadion, kami sangat ketat dan ketika saya melihat politisi mengatakan orang terinfeksi, tanpa bukti, saya sedikit kecewa," ucapnya. (Dwi Aryo/SuperBall.id)

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: SuperBall.id
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas