Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Euro 2020

Jadon Sancho: Timnas Inggris Bisa Menjadi Tim yang Kuat

Jadon Sancho mengalami perlakuan yang berbau rasisme usai gagal melakukan tendangan penalti dalam laga final Euro 2020 beberapa waktu lalu

Jadon Sancho: Timnas Inggris Bisa Menjadi Tim yang Kuat
zimbio.com
Jadon Sancho 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Salah satu pemain Timnas Inggris, Jadon Sancho mengalami perlakuan yang berbau rasisme usai gagal melakukan tendangan penalti dalam laga final Euro 2020 beberapa waktu lalu, melontarkan kalimat pendek kepada para netizen bawa kebencian tidak akan menang.

Seperti diketahui, Timnas Inggris gagal meraih piala Euro 2020 setelah di partai final melawan Timnas Italia menyerah 2-3 dalam drama adu penalti. 

Pemain Inggris Jadon Sancho berlari dengan bola selama pertandingan sepak bola perempat final UEFA EURO 2020 antara Ukraina dan Inggris di Stadion Olimpiade di Roma pada 3 Juli 2021.
ALBERTO LINGRIA / POOL / AFP
Pemain Inggris Jadon Sancho berlari dengan bola selama pertandingan sepak bola perempat final UEFA EURO 2020 antara Ukraina dan Inggris di Stadion Olimpiade di Roma pada 3 Juli 2021. ALBERTO LINGRIA / POOL / AFP (ALBERTO LINGRIA / POOL / AFP)

Saat itu, Jadon Sancho bersama Marcus Rashford dan Bukayo Saka gagal melakukan eksekusi. Bola tendangan Sancho dan Saka berhasil dimentahkan dengan sempurna oleh kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, sedangkan bola hasil tendangan Rashford mengenai tiang gawang sebelah kanan Donnarumma.

Akibat kegagalannya itu, Jadon Sancho pun mendapat perundungan di medsos hingga membuatnya sedih.

Marcus Rashford
Marcus Rashford (twitter@Marcus Rashford)

Namun demikian, pemain yang berposisi sebagai pemain sayap itu tidak lama-lama meratapi kegagalannya tersebut, bahkan ia berterimakasih kepada para suporter Timnas Inggris dan berjanji akan bangkit memperbaiki penampilannya.

"Saya tidak sedang berpura-pura atas perlakuan oknum suporter kepada kami, saya kecewa bahwa hal ini bukan sesuatu yang baru. Sebagai atlet, kita tentu ingin melakukan yang terbaik untuk tim. Saya berharap ada sanksi buat mereka yang sudah melakukan kebencian dan rasis. Kebencian tidak akan menang," ungkap Jadon Sancho.

Jadon Sancho juga berpesan kepada para atlet yang mendapat perlakuan sama dengan dirinya beserta Marcus Rashford dan Bukayo Saka untuk tetap berprestasi lebih baik lagi.

Gelandang Inggris Bukayo Saka
Gelandang Inggris Bukayo Saka (JUSTIN TALLIS / POOL / AFP)

"Saya bangga bermain bersama Timnas Inggris di Euro 2020 yang mempersiapkan tim sejak 18 bulan lalu. Kami juga bertekad meraih gelar juara, dan kami akan terus menempa diri agar bisa meraih hasil yang lebih baik lagi bersama Timnas Inggris," tandas Jadon Sancho.

Jadon Sancho juga mengucapkan terimakasih kepada para pendukung Timnas Inggris yang membela dirinya dan mengutuk keras para netizen yang rasis.

"Satu kebanggaan bagi saya bisa mewakili Inggris mengenakan seragam Timnas The Three Lions, saya optimis bersama Timnas Inggris bisa menjadi sebuah tim yang kuat," kata Jadon Sancho.

Penulis: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas