Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Busyro Muqoddas Jelaskan Misi Amirull Hajj Tahun Ini  

Busyro berharap pengertian-pengertian mabrur secara sosial itu menjadi sangat penting ketika Indonesia sedang butuh ketulusan-ketulusan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Husein Sanusi
zoom-in Busyro Muqoddas Jelaskan Misi Amirull Hajj Tahun Ini   
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Naib Amirul Hajj Busyro Muqoddas menyampaikan arahan kepada jemaah haji Indonesia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH – Busyro Muqodda menjadi Naib Amirul Hajj tahun ini. Dia memulai kegiatannya, Sabtu (3/8/2019) dengan mengunjungi langsung hotel tempat jemaah haji menginap.

“Tugas Amirul Hajj dan rombongannya, kami berdua dan anggota yang lain itu mengemban misi, agar menggembirakan, memantapkan niat yang lurus bagi jemaah haji, proses pelaksanaan ibadah haji itu sesuai dengan syar’i tuntunan ibadah agama,” kata Busyro Muqoddas.

 “Yang kedua dilakukan dengan ketulusan dengan keikhlasan. Yang ketiga tidak memaksakan diri. Agar bisa mencapai yang wajib. Yang terakhir mengembangkan makna haji, mabrur itu tidak hanya dalam arti sempit, mabrur individual tapi juga mabrur secara sosial kemasyarakatan bisa dikembangkan secara lingkungan kesehatan, politik, ekonomi yang ramah yang jujur berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan,” tambah Busyro.

Lebih lanjut, Busyro berharap pengertian-pengertian mabrur secara sosial itu menjadi sangat penting ketika Indonesia sedang butuh ketulusan-ketulusan, keikhlasan-keikhlasan sosial, kejujuran sosial yang bisa dikembangkan oleh jemaah haji.

“Bayangkan saja dampaknya kalau jamaah haji setiap tahun 231.000 bisa mengembangkan mabrur secara sosial secara hukum secara ekonomi,” katanya.

Mengenai antrian daftar haji yang panjang Busyro berpendapat Kemenag sudah melakukan antisipasi yang strategis misalnya tadi 10 tahun baru bisa daftar.

Rekomendasi Untuk Anda

“Tapi sebetulnya secara islam, sekali saja cukup yang penting bagi mereka yang diberi rezeki melakukan ibadah sosial mengembangkan ekonomi lingkungan juga ga kalah pentingnya dalam situasi seperti ini ketika kesenjangan ekonomi sedang dihadapi bersama,” pungkas Busyro.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas