Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ibadah Haji 2019

Lima Tugas Vital Petugas Kesehatan Saat Puncak Haji

Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan lima tugas vital petugas kesehatan saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makka.

Lima Tugas Vital Petugas Kesehatan Saat Puncak Haji
Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi
Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin kunjungi Klini Kesehatan Haji Indonesia di Makkah, Sabtu (3/8/2019). Lukman apresiasi kinerja petugas kesehatan dalam membantu jemaah haji. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Masa Armuzna atau Arafah, Muzdalifah dan Mina adalah fase paling kritis dalam pelaksanaan ibadah haji.

Di saat itulah jemaah haji dari berbagai negara akan menjalani prosesi puncak haji yang membutuhkan kekuatan fisik ekstra kuat.

Di Armuzna, jemaah haji akan berada di padang tandus dan kering, hidup di tenda-tenda dan menginap 4 sampai 5 hari untuk melakukan wukuf, mabit dan melempar jumroh di bawah terik cuaca panas.

Dengan kondisi jemaah haji Indonesia yang mayoritas lansia, tentunya harus dilakukan persiapan ekstra dari para petugas haji terutama bagian kesehatan untuk membantu jemaah haji yang tidak sehat.

Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan lima tugas vital petugas kesehatan saat mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah, Sabtu (3/8/2019) sore waktu Arab Saudi.

Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin kunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah, Sabtu (3/8/2019). Lukman apresiasi kinerja petugas kesehatan dalam membantu jemaah haji.
Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin kunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah, Sabtu (3/8/2019). Lukman apresiasi kinerja petugas kesehatan dalam membantu jemaah haji. (Tribunnews.com/Muhammad Husain Sanusi)

"Tadi saya menyampaikan bahwa pertama yang terkait dengan safari wukuf itu harus dipersiapkan dengan matang. Juga penyiapan pos-pos kesehatan kita di Arafah dan Mina selain tentu yang ada di KKHI Mekkah ini karena biasanya kita terlalu mengkonsentrasi Armuzna tapi lupa bahwa kita punya KKHI yang menjadi pusat dari seluruh penanganan kesehatan kita," kata Lukman.

Lebih lanjut Menteri Agama juga menyebut pengurusan jenazah jemaah haji yang harus diurus hingga tuntas.

Mulai dari proses memandikan, mengkafani, sampai dengan pemakamannya harus senantiasa didampingi oleh petugas-petugas baik petugas kesehatan maupun petugas sektor dan lain sebagainya, petugas kloter.

"Saya tadi juga menitipkan pesan terkait dengan bagaimana agar petugas kesehatan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait dengan seluruh penanganan kesehatan jamaah haji kita sehingga tahun depan jamaah haji kita tentu ada perbaikan yang sifatnya lebih sistemik, menyeluruh, komprehensif dalam upaya kita meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kesehatan bagi segenap jamaah haji Indonesia," ujar Lukman.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Husein Sanusi
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas