Kabar Terkini Jemaah Haji, Jabal Rahmah, Tempat Bertemunya Nabi Adam dan Hawa Tempat Favorit Wukuf
Padang Arafah semakin dipadati jemaah haji dari seluruh dunia. Jabal Rahmah menjadi tempat favorit jemaah. Mengapa?
Penulis: Husein Sanusi
Editor: Anita K Wardhani

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Arafah
TRIBUNNEWS.COM, ARAFAH - Padang Arafah semakin dipadati jemaah haji dari seluruh dunia. Jabal Rahmah menjadi tempat favorit jemaah. Mengapa?
Pantauan tribunnews di pegunungan ini semakin malam semakin ramai dikunjungi para jemaah haji yang datang ke gunung tersebut dengan jalan kaki.
Bahkan tak sedikit jemaah haji tersebut berasal dari Indonesia, seolah-olah mereka tak kenal waktu mendaki Jabal Rahmah saat dini hari.
Sebagian besar jemaah yang datang ke Jabal Rahmah memang berasal dari jemaah haji selain Indonesia.
Mereka berbondong-bondong datang dengan membawa berbagai perlengkapan mulai dari alas tidur hingga beberapa makanan.
Tampaknya para jemaah haji ini mengincar posisi wukuf di Jabal Rahmah.
Mengapa Jabal Rahmah diincar hingga menjadi lokasi wukuf terpavorit bagi jemaah?

Jabal Rahmah sebagaimana diketahui adalah pegunungan yang diyakini sebagai tempat bertemu Nabi Adam dan Hawa setelah terpisah ratusan tahun usai keduanya dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi.
Tak heran, jika suasana malam di Jabal Rahmah sangat ramai.
Jemaah banyak yang berdoa disitu terutama di puncak gunung, ada juga yang menggelar alas tidur lesehan dan tidak sedikit pula yang asik ngobrol santai menikmati malam di Jabal Rahmah.
Makin Padat
Patauan Tribunnews.com, tepat pada pergantian hari dari Jumat ke Sabtu 8 ke 9 Dzulhijjah, 9 ke 10 Agustus 2019 waktu Arab Saudi suasana di Padang Arafah semakin ramai dengan kedatangan ribuan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia.
Bahkan hingga dini hari ratusan kendaraan mulai dari bus hingga kendaraan pribadi memadati jalanan di Padang Arafah.
Mereka mengangkut jemaah haji untuk diantar ke tenda-tenda tempat menginap selama di Arafah.

Waktu wukuf sebagaimana diketahui tinggap hitungan jam.
Waktu mustajabah wukuf akan datang saat tergelincirnya matahari hingga menjelang terbenam matahari sore ini Waktu Arab Saudi.
Dikutip dari Gana Islamika, Wukuf merupakan bagian terpenting dari ibadah haji. Pada hari ke-9 bulan haji.
Para peziarah pergi ke dataran yang disebut Arafah, terletak sekitar 19 km ke arah timur dari Makkah. Di sini mereka berdiri di sebuah tempat yang diyakini sebagai tempat Nabi Adam berdoa.
Dalam sejarah Islam, dikisahkan Nabi Muhammad menyampaikan khotbah terakhirnya di tempat ini pada tahun 632 M.
Kemudian para peziarah tersebut berdoa, dan mendengarkan khotbah sampai matahari terbenam.

Dua Jemaah Dilarikan ke Rumah Sakit
Dua jemaah haji Indonesia dilarikan ke rumah sakit setibanya di Arafah, Jumat (9/8/2019) petang. Seorang jemaah pria bernama Supriatna diketahui berasal dari Lebak, Banten, satu jemaah lagi perempuan belum diketahui identitasnya.
Supriatna menderita sakit saat berada di tenda pemukiman padang Arafah. Tim kesehatan dengan cepat menolong Supriatna dengan membawanya ke mobil ambulan. Diduga Supriatna mengalami serangan jantung.
Sementara satu jemaah lainnya sebelumnya sudah dirawat di pos kesehatan yang tersedia di kawasan tenda jemaah haji yang ada di Padang Arafah.

Jemaah tersebut terpaksa dilarikan ke rumah setelah kondisinya tak memungkinkan untuk dirawat di pos kesehatan Padang Arafah. Dengan bantuan oksigen jemaah tersebut dibawa pakai ambulan.
Pantaun Tribunnews di Padang Arafah saat menemani tinjauan Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin ke pos kesehatan tidak banyak jemaah haji yang dirawat di pos kesehatan.
“Pos kesehatan juga sudah saya cek, pasien yang dirawat disitu, terbukti kasur-kasur yang disediakan untuk jemaah sakit juga sedikit. Kita berharap jemaah haji sehat hingga banyak yang mengikuti prosesi haji sampai selesai,” ujar Lukman.
Pantauan Menag
Tiba di Arafah, Menteri Agama sekaligus Amirul Hajj, Lukman Hakim Saifuddin memilih langsung menyambangi tenda-tenda yang telah dipenuhi oleh jemaah.
Menag mengimbau agar beristirahat, agar bisa memulihkan stamina karena besok siang seluruh jemaah haji akan melaksanakan wukuf.
"Besok siang, kita akan wukuf mungkin dalam suhu yang cukup panas jadi sebaiknya selain melalukan ibadah-ibadah maghdoh lalu dimanfaatkan untuk banyak istirahat di tenda toh kita juga tidak bisa kemana-mana kan," ujar Menag.
"Di sini lebih baik makan yang cukup istirahat yang cukup," imbuhnya.

Menag menyapa jemaah di Maktab 75 yang antara lain dihuni oleh jemaah haji asal embarkasi Solo kloter 35 (SOC 35) dan kloter 65 (SOC 65).
Menag pun tak segan untuk berdialog dengan jemaah haji Indonesia, untuk menangkap aspirasi maupun menerangkan program-program terkait perhajian yang tengah digarap Kemenag.
"Bagaimana bapak ibu, ACnya berfungsi dengan baik? Tenda nya nyaman?" tanya Menag pada para jemaah.
Menag Lukman ingin memastikan betul kenyamanan jemaah haji, seperti saat kunjungan sore itu, ditemukan salah satu AC yang tidak bekerja dengan baik, ia segera memanggil petugas agar permasalahan dapat teratasi dengan baik.
Menag juga bertanya kepada jemaah haji yang tengah mengantri di toilet khusus laki-laki, memastikan keran air mengalirkan air dengan lancar. Ketika salah satu jemaah mengeluhkan aliran airnya kecil, Menag Lukman langsung memanggil petugas dan menginstruksikan agar menindaklanjuti keluhan jemaah.