Tribun

Ibadah Haji 2020

Meski Tak Jadi Berangkat, 379 Calhaj Pidie Tidak Ada yang Menarik BPIH yang Telah Dilunasi di Bank

Meski tak jadi berangkat, namun calhaj Pidie memilih untuk tidak menarik uang sebagai biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) yang telah mereka lunasi.

Editor: Dewi Agustina
Meski Tak Jadi Berangkat, 379 Calhaj Pidie Tidak Ada yang Menarik BPIH yang Telah Dilunasi di Bank
Sky News
Pelaksanaan Haji 2020, para jamaah wajib untuk menaati protokol kesehatan agar terhindar dari virus corona. 

Sebab, aturan sekarang membolehkan keluarga menggantikan keluarganya yang meninggal.

Ia menyebutkan, dari 379 calhaj Pidie, kini tercatat satu calhaj Pidie yang telah berumur 107 tahun yang bernama Husen bin Hasyem warga Gampong Paya Dua, Kecamatan Peukan Baro.

Saat ini, kondisi calhaj tersebut dalam kondisi prima. Saat berangkat Husen akan didampingi anaknya.

Adapun calhaj termuda, kata M Yusuf, bernama Al Asyifah (18) warga Delima. Al Asyifah sudah dua kali gagal melaksanakan ibadah haji.

Sebab, pada tahun 2019, calhaj termuda itu gagal menunaikan ibadah haji karena umur 17 tahun.

Menurutnya, saat ini jumlah calhaj Pidie yang masuk waiting list mencapai 12.600 orang. Mereka telah mendaftar untuk menunaikan ibadah haji mulai 2011 hingga 2020.

"Antrean warga yang telah mendaftar tetap berpedoman pada level provinsi. Kecuali dikembalikan kepada kabupaten, tentunya akan berbeda penentuannya. Tapi, sekarang kan provinsi menentukan jumlah calhaj seluruh Aceh," ujarnya.

Kasie Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Pidie, M Yusuf, yang dihubungi tadi malam, menyebutkan, 379 calhaj yang gagal berangkat ke tanah suci berasal dari 22 kecamatan di Pidie.

Rinciannya, Kecamatan Batee 3 orang, Delima 9 orang, Grong-Grong 4 orang, Glumpang Baro 26 orang dan Glumpang Tiga 32 orang.

Berikutnya, Geumpang 2 orang, Indrajaya 18 orang, Kembang Tanjong 10 orang, Kota Sigli 46 orang, Mila 8 orang, Muara Tiga (Laweung) 8 orang, Mutiara 30 orang, Mutiara Timur 23 orang, Padang Tiji 7 orang, Peukan Baro 24 orang, Pidie 48 orang, Sakti 22 orang, Simpang Tiga 27 orang, Tangse 10 orang, Tiro/Truseb 7, Titeu 8 orang dan Keumala 4 orang.

"Kecamatan Mane tidak adanya calhaj pada tahun 2020. Sementara Kecamatan Pidie terbanyak calhaj berjumlah 48 orang dan Geumpang hanya 2 calhaj," ujar dia. (naz)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Dana Calhaj Pidie Utuh di Bank

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas