Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Tukirin Menguji Kesabaran Menunggu Azan Salat Jumat di Masjidil Haram

Hari itu menjadi hari Jumat terakhir, kesempatan jemaah haji menunaikan Salat Jumat di Masjidil Haram.

Penulis: Aji Bramastra
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tukirin Menguji Kesabaran Menunggu Azan Salat Jumat di Masjidil Haram
Aji Bramastra
Seorang pria bersujud saat Salat Jumat di Terminal Syieb Amir, kompleks Masjidil Haram, Jumat (2/7/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - Tukirin (57) mendongak, menatap teriknya langit Mekkah, Jumat (1/7/2022).

Duduk bersila, ia sabar menunggu azan salat Jumat berkumandang di Masjidil Haram.

Saat itu, cuaca Mekkah Al Mukarommah, atau kota yang dimuliakan, terukur 41 derajat celcius.

Tak ada karpet empuk di bawah Tukirin.

Pun atap peneduh dan mesin pendingin udara di atas pria asal Tlatar, Boyolali itu.

Ia menunggu Salat Jumat di Terminal Syieb Amir, satu dari 3 titik penjemputan jemaah haji di Masjidil Haram.

Tukirin hanya menggelar sajadah tipis, di atas panasnya aspal jalan Syieb Amir.

Baca juga: Suka Duka Rifqan Menjadi Admin WA Center Haji di Jeddah: Bingung Dicurhati Kangen Keluarga

Berita Rekomendasi

Di depannya, suara bus, yang saling klakson satu sama lain, masih lalu lalang, mengantar jemaah yang hendak meninggalkan masjid terbesar di dunia itu.

Tukirin bukan pemandangan aneh di sana. Ia tak sendiri.

Ada ribuan jemaah bersamanya, hendak salat Jumat di terminal.

Tukirin sejatinya sudah ikhtiar masuk Masjidil Haram sejak pukul 10.00 Waktu Arab Saudi.

Tapi datang dua setengah jam sebelum azan, ternyata belum cukup mengamankan 'tiket' kemuliaan Salat Jumat di Masjidil Haram.

Hari Jumat kemarin memang bukan Jumat biasa di Tanah Haram.

Hari itu menjadi hari Jumat terakhir, kesempatan jemaah haji menunaikan Salat Jumat di Masjidil Haram.

Pada Jumat berikutnya, 8 Juli 2022, mereka sudah akan melakukan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifa dan Mina, pada 7 Juli 2022 mendatang.

Masjidil Haram diserbu ratusan ribu jemaah dari penjuru dunia.

Tak pelak, sejak pukul 10 pagi, petugas keamanan masjid yang galak-galak itu, sudah memasang barikade masuk ke masjid.

Jemaah yang hendak masuk diusir.

Kata mereka, di dalam sudah penuh.

Bayangkan, masjid berukuran 88 hektar itu sudah ditutup 2 jam sebelum azan Salat Jumat.
Di Indonesia, datang satu jam sebelum azan saja, malah kerap digoda 'mau ngepel masjid'.

Kondisi sesaknya masjid tempat di mana Kabah berada ini, diakui oleh Mashuri Masyhuda, seorang petugas haji Indonesia di bagian transportasi.

"Memang hari ini penuh luar biasa. Jelang haji puncak, jemaah bukan menyimpan tenaga, malah semakin rajin ke Masjidil Haram," kata Mashuri.

Sesaknya jemaah bahkan juga membuat pintu keluar menuju bus penjemputan menjadi sedikit kacau.

Model pintu keluar yang bottle neck, membuat jemaah berebut keluar.

Satu ibu asal India, berkursi roda, nyaris terjepit.

Roda di kursi rodanya sampai patah, terhimpit dorongan ribuan jemaah. 

Selepas mengucap salam tanda salatnya selesai, Tukirin tak terlihat susah.

Kepada wartawan Tribun, Tukirin malah tersenyum.

"Ya panas. Tapi semakin panas, saya malah makin nikmat," kata Tukirin, yang menunaikan haji pertamanya ini, tersenyum.

Ia percaya, apa yang dia rasakan ini adalah cara Tuhan 'bicara' padanya.

"Ini bentuk Allah menguji mental dan kesabaran saya sebelum di Arafah nanti. Nanti akan lebih panas dari ini," kata Tukirin, yang menunggu 12 tahun untuk berhaji ini.

Kondisi panas ekstrem memang menjadi tantangan dalam ibadah haji pertama, setelah dua tahun libur karena pandemi.

Diprediksi, suhu Mekkah saat puncak ibadah haji nanti bisa tembus di atas 45 derajat celcius.

Juru bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia, Akhmad Fauzin mengimbau agar jemaah haji Indonesia membatasi aktivitas di luar ruangan, jangan menunggu haus untuk minum, serta tidak memaksakan untuk selalu salat di Masjidil Haram

"Jemaah haji harus menjaga kondisi, jangan sampai saat puncak haji di Arafah nanti sakit, gara-gara memaksakan ibadah sunnah," kata Fauzin.

Tahun ini, otoritas Arab Saudi 'hanya' mengizinkan 1 juta orang dari penjuru dunia untuk datang berhaji.

Dari jumlah itu, sebanyak 10 persennya diberikan untuk jemaah haji Indonesia.

Hingga Jumat, sebanyak 90 persen jemaah haji asal Indonesia, atau sekitar 90 ribu orang, sudah tiba di Tanah Suci. (*)

 
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas