Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komisi IX DPR Minta Kemenkes Cek Kesehatan Jemaah Haji yang Pulang Dari Tanah Suci

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, menilai pemantauan dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bagi para jemaah haji yang baru kembali.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Komisi IX DPR Minta Kemenkes Cek Kesehatan Jemaah Haji yang Pulang Dari Tanah Suci
Istimewa
IBADAH HAJI - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, meminta Kemenkes memeriksa kesehatan jemaah haji yang baru tiba di Tanah Air. hal tersebut diungkapkannya di Jakarta, Jumat (13/5/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menilai pemantauan dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bagi para jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci menjadi suatu hal yang penting.

Menurutnya, ini sebagai langkah antisipatif dalam mencegah penyebaran penyakit, khususnya yang bersifat menular.

"Saya minta Kemenkes standby di seluruh bandara mengantisipasi kepulangan jemaah haji. Pemeriksaan kesehatan harus menjadi prioritas utama agar tidak terjadi penyebaran penyakit dari luar negeri, baik itu ISPA, MERS-CoV, maupun penyakit menular lainnya," ujarnya kepada wartawan, Jumat (13/6/2025).

Ninik, sapaannya, menekankan agar seluruh fasilitas pemeriksaan kesehatan di bandara—terutama di pos kesehatan kedatangan—berfungsi secara optimal. 

Mulai dari alat pendeteksi suhu tubuh, fasilitas skrining, hingga tenaga medis harus disiapkan secara memadai.

Baca juga: Jemaah Haji yang Sakit Boleh Tanazul, Ini Syarat yang Diperlukan

“Kita tidak boleh lengah. Bandara adalah titik awal masuknya jemaah ke dalam negeri. Jika alat-alat pemeriksaan tidak maksimal, kita bisa kecolongan dan itu berbahaya bagi kesehatan publik,” kata Legislator PKB itu.

Dia juga mengimbau Kemenkes serta instansi terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan otoritas bandara dan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) memastikan pelaksanaan prosedur pemeriksaan berjalan lancar dan tidak mengganggu kenyamanan jemaah.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kesehatan jemaah sepulang haji adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak hanya untuk melindungi mereka yang baru pulang, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air dimulai pada 11 Juni 2025.

Baca juga: Jemaah Haji Dilarang Bawa Tas Armuzna ke Atas Pesawat, Pasti Dibongkar Petugas

Setelah menyelesaikan puncak prosesi ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), seluruh jemaah kini bersiap memasuki fase akhir ibadah dan proses kepulangan.

"Alhamdulillah, fase puncak haji telah selesai. Seluruh jemaah Indonesia telah kembali ke hotel masing-masing di Makkah dalam keadaan selamat. Kami kini bersiap untuk proses pemulangan yang akan dimulai besok, 11 Juni," ujar Wakil Pengendali Teknis Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi Akhmad Fauzin, dalam konferensi pers, Selasa (10/6/2025).

Fauzin mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima menjelang pemulangan, termasuk saat melaksanakan Thawaf Wada sebagai penutup ibadah di Tanah Suci.

Tercatat bakal ada tujuh kloter yang pulang ke tanah air pada 11 Juni 2025. 

Mereka adalah jemaah gelombang I yang sudah tiba di Madinah pada awal Mei 2025.

Tujuh kloter tersebut adalah:


1. Kloter 01 Embarkasi Ujung Pandang (UPG 01) 

2. Kloter 01 Embarkasi Lombok (LOP 01)

3. Kloter 01 Embarkasi Pondok Gede Jakarta (JKG 01)

4. Kloter 02 Embarkasi Ujung Pandang (UPG 02)

5. Kloter 01 Embarkasi Surabaya (SUB 01)

6. Kloter 02 Embarkasi Surabaya (SUB 02)

7. Kloter 01 Embarkasi Jakarta (JKS 01)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas