Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

MUI Sebut Kampung Haji Indonesia Inovasi Pelayanan Haji, Minta Transparansi dan Kehati-hatian

MUI menilai Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi sebagai inovasi pelayanan haji yang berpotensi meningkatkan kualitas layanan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in MUI Sebut Kampung Haji Indonesia Inovasi Pelayanan Haji, Minta Transparansi dan Kehati-hatian
TRIBUNNEWS.COM/YULIS S
LOKASI KAMPUNG HAJI INDONESIA - Kawasan Jabal Hindawiyah atau Bukit Hindawiyah yang berada di Jalan Mansyuriah dan Jalan Khalidiyah Makkah yang menjadi lokasi calon kampung haji Indonesia berdiri di Arab Saudi, Nanti di kawasan berjarak 2 km dari Masjidil Haram ini akan dibangun pusat pelayanan haji untuk jemaah haji Indonesia. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menilai Kampung Haji Indonesia di Makkah sebagai inovasi pelayanan haji yang sah secara syariah.
  • Namun, ia mengingatkan pentingnya tata kelola yang hati-hati, transparan, dan akuntabel agar tidak menimbulkan eksklusivitas maupun pemborosan anggaran.
  • MUI mendorong kajian mendalam dengan melibatkan ulama, akademisi, dan publik.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menilai, proyek Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, sebagai inovasi pelayanan haji yang berpotensi meningkatkan kualitas layanan jemaah.

Namun, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan yang hati-hati dan transparan agar proyek tersebut tidak menimbulkan persoalan baru.

“Kampung Haji Indonesia dapat dikategorikan sebagai inovasi pelayanan haji untuk lebih baik,” ujar Kiai Cholil, Jumat (19/12/2025).

Baca juga: Kampung Haji Indonesia di Makkah 2,5 Kali Luas Kawasan SCBD Jakarta

Menurutnya, keberadaan Kampung Haji sah secara syariah sepanjang memenuhi prinsip maqāṣid al-syarī‘ah atau tujuan syariah, serta dikelola dengan tata kelola yang baik.

Ia menilai konsep ini dapat mempermudah pelayanan bagi jemaah lanjut usia sekaligus membuka peluang pengelolaan dana haji yang berkelanjutan.

Meski demikian, Kiai Cholil mengingatkan agar proyek tersebut tidak dikelola secara serampangan.

“Apabila dikelola tanpa kehati-hatian, Kampung Haji berpotensi menimbulkan eksklusivitas jemaah Indonesia dari jamaah haji seluruh dunia,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain risiko eksklusivitas, ia juga menyoroti potensi pemborosan anggaran jika tata kelola tidak dijalankan secara akuntabel.

Kondisi tersebut, menurutnya, justru bertentangan dengan esensi ibadah haji yang menjunjung kesederhanaan dan kemaslahatan.

Karena itu, MUI mendorong pemerintah melakukan kajian mendalam terhadap proyek Kampung Haji dengan melibatkan ulama, akademisi, serta publik.

“Pemerintah juga perlu memastikan transparansi dalam merealisasikan Kampung Haji Indonesia,” ujar Kiai Cholil.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Lokasi Kampung Haji Indonesia di Makkah Arab Saudi

Ia menegaskan MUI siap bermitra dengan pemerintah dalam proses tersebut.

Menurutnya, peran MUI sebagai pelayan umat sekaligus mitra strategis pemerintah menjadi bagian dari tanggung jawab kelembagaan.

Sebelumnya, Danantara Indonesia selaku pihak pendana proyek menegaskan komitmennya menjalankan pembangunan Kampung Haji secara berkelanjutan dan terukur.

CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa seluruh tahapan pengembangan akan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia, sesuai dengan perizinan dan tata kelola yang berlaku.

Rosan menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan proyek tersebut.

Baca juga: Menag Sebut Pangeran MBS Dukung Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah Segera Terealisasi

“Pengembangan akan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi, serta standar tata kelola yang prudent,” ujarnya.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menggagas pembangunan Kampung Haji Indonesia sebagai terobosan pelayanan jemaah haji Tanah Air.

Proyek ini diharapkan menjadi babak baru kepedulian negara terhadap keselamatan dan kenyamanan jemaah.

Kampung Haji dirancang sebagai kawasan terpadu yang menyediakan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga fasilitas kesehatan.

Gagasan ini berangkat dari perhatian Presiden Prabowo terhadap tingginya angka jemaah wafat saat pelaksanaan ibadah haji, terutama akibat faktor kesehatan.

Selama ini, jemaah Indonesia tersebar di berbagai lokasi penginapan dengan jarak yang relatif jauh dari Masjidil Haram.

Jika seluruh layanan terpusat, efisiensi akomodasi, konsumsi, dan transportasi diyakini akan berdampak langsung pada pengurangan biaya yang ditanggung jemaah.

Kampung Haji Indonesia memiliki luas 80 hektare atau 2,5 kali lebih luas dari kawasan bisnis SCBD di Jakarta.

Lokasi Kampung Haji Indonesia akan dibangun hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Masjidil Haram dan pembangunannya ditargetkan selesai tahun 2027 dalam beberapa tower dan diharapkan mulai bisa digunakan di 2028.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas