Haji 2026: Usung Konsep Ramah Wanita, Petugas Perempuan Ditambah
Untuk pertama kali, Kemenhaj mengusung konsep ramah wanita. Jumlah petugas perempuan ditambah menjadi 30 persen.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Kementerian Haji dan Umrah 2026 mengusung konsep "ramah wanita" dengan menambah jumlah petugas perempuan hingga 531 orang dari total 1.500 petugas.
- Langkah ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah perempuan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan dengan dukungan teknologi seperti sistem Kawal Haji.
- Kuota haji Indonesia tahun 2026 ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah, terdiri dari 92 persen reguler dan 8 persen khusus.
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengusung konsep 'ramah wanita' dalam pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2026.
Ini merupakan terobosan penting dari Kemenhaj lantaran jemaah haji Indonesia setiap tahun didominasi perempuan.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan, jumlah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini pun diperbanyak.
"Untuk petugas perempuan kita tingkatkan, 531 (petugas perempuan) dari 1.500 jumlah keseluruhan petugas haji," kata Gus Irfan saat meninjau kegiatan Pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (14/1/2026).
Jumlah tersebut, kata Gus Irfan, meningkat dari tahun lalu yang sebelumnya hanya 20 persen dari keseluruhan jumlah petugas haji.
"Tahun sebelumnya masih 20-22 persen," tambahnya.
Baca juga: Arab Saudi Perketat Syarat Kesehatan Jemaah, Ini Daftar Kondisi Medis yang Tak Lolos Berangkat Haji
Kehadiran lebih banyak petugas haji perempuan serta core layanan khusus tak lain untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah perempuan.
Selain itu, kinerja PPIH akan dipantau dengan dukungan teknologi melalui sistem seperti Kawal Haji, sehingga pelayanan dapat diawasi secara transparan dan responsif.
Diharapkan, penyelenggaraan haji ke depan menghadirkan aura berbeda sebagai tanda keberkahan dan peningkatan kualitas layanan bagi seluruh jemaah Indonesia.
Dalam kunjungannya kali ini, Gus Irfan juga mengingatkan, tugas utama PPIH adalah melayani seluruh jemaah haji, tanpa melihat jabatan, asal daerah, kelompok, atau kondisi fisik.
"Satu jemaah tertinggal itu adalah kegagalan kita semua. Kegagalan ini, kegagalan tim ini adalah kegagalan kami dan saya yang harus bertanggung jawab," tegas Gus Irfan.
Diketahui, pada tahun ini, Kemenhaj telah menetapkan kuota haji Indonesia tahun 2026 sebanyak 221.000 jemaah.
Berdasarkan data pada aplikasi Nusuk Masar, kuota tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler (92 persen) dan 17.680 jemaah haji khusus (8 persen). (*)
Baca tanpa iklan