Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan Calon Petugas Haji 2026 Dilatih Secara Semi-Militer

Kemenhaj menyiapkan calon petugas haji 2026 melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan pendekatan semi-militer.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Alasan Calon Petugas Haji 2026 Dilatih Secara Semi-Militer
Tribunnews.com/Chaerul Umam
PELATIHAN PETUGAS HAJI - Kementerian Haji dan Umrah (Menhaj) menyiapkan calon petugas haji 2026 melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan pendekatan semi-militer. Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan, dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR pada Rabu (21/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Menhaj menyiapkan calon petugas haji 2026.
  • Petugas haji menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) semi-militer.
  • Menhaj melakukan pelatihan semi-militer diterapkan karena tugas petugas haji menuntut kesiapan fisik, mental, serta pemahaman medan yang baik.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan calon petugas haji 2026 melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan pendekatan semi-militer.

Pola pelatihan ini dinilai penting untuk membentuk petugas yang profesional, disiplin, dan siap menghadapi tantangan pelayanan jemaah haji di Tanah Suci.

Baca juga: Menteri Haji dan Umroh Perkenalkan Seragam Resmi Petugas Haji RI 2026 Saat Rapat di DPR

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan, mengatakan pelatihan semi-militer diterapkan karena tugas petugas haji menuntut kesiapan fisik, mental, serta pemahaman medan yang baik.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR pada Rabu (21/1/2026).

"Kenapa kita lakukan secara semi militer? Karena kita membutuhkan mereka siap secara fisik, siap secara disiplin, dan juga kita memerlukan pemahaman medan bagi para calon petugas haji kita,” kata Irfan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Baca juga: Petugas Haji Diingatkan untuk Menjaga Etika, Termasuk Tak Merokok & Buang Sampah Sembarangan

Rekomendasi Untuk Anda

Irfan menjelaskan, pembinaan petugas haji tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga penguatan sumber daya manusia (SDM), kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kompetensi pelayanan jemaah di Arab Saudi.

“Petugas haji harus profesional dalam melayani jemaah. Itu meliputi pembinaan SDM, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan kompetensi pelayanan di Tanah Suci,” ucapnya.

LATIH BARIS-BERBARIS - AKP Mawar memimpin para calon petugas haji perempuan yang tergabung dalam Kompi G menyanyikan yel-yel di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026).
LATIH BARIS-BERBARIS - AKP Mawar memimpin para calon petugas haji perempuan yang tergabung dalam Kompi G menyanyikan yel-yel di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026). (Tribunnews.com/Sri Juliati)

Irfan mengungkapkan, Kementerian Haji dan Umrah juga telah melaksanakan Training of Trainer (ToT) bagi fasilitator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH embarkasi.

Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, pada 5 hingga 8 Januari 2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Saat ini, Kemenhaj juga tengah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan PPIH Arab Saudi yang diikuti oleh 1.636 calon petugas haji. Diklat tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Pelatihan ini dirancang dalam dua tahap dengan metode semi militer. Tahap pertama berupa sesi luring yang berlangsung pada 10 hingga 30 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan sesi daring pada 2 hingga 8 Februari 2026.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas