Kementerian Haji Arab Saudi akan Tes Acak Kesehatan Jemaah, Jika Tak Layak Bisa Dipulangkan
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan melakukan pengawasan ketat terhadap jemaah sejak dari bandara.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Arab Saudi akan melakukan tes kesehatan secara acak terhadap jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
- Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan melakukan pengawasan ketat terhadap jemaah sejak dari bandara.
- Jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berisiko dipulangkan ke negara asal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan Pemerintah Arab Saudi akan melakukan tes kesehatan secara acak terhadap jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bakal melakukan pengawasan ketat terhadap jemaah sejak dari bandara.
Baca juga: Prabowo Pastikan Jemaah Haji & Umrah Indonesia di Makkah Dapat Hunian Layak Melalui Kampung Haji
"Mereka mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya mereka akan mengadakan tes secara acak jemaah haji Indonesia atau jemaah haji India, jemaah haji Pakistan, mana pun ketika turun dari pesawat kok kelihatannya kesehatannya meragukan, tes, dipanggil tes," ungkap Gus Irfan.
Hal itu disampaikan Gus Irfan dalam sambutan pada Bimbingan Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berisiko dipulangkan ke negara asal.
"Jika dianggap tidak layak untuk berangkat haji, dipulangkan. Kami berusaha sekali jangan sampai itu terjadi kepada jemaah Indonesia," kata Gus Irfan.
Pemerintah Arab Saudi, kata Gus Irfan, bahkan sempat melontarkan candaan soal kemungkinan denda bagi negara pengirim jemaah yang tidak siap secara kesehatan.
"Bahkan teman-teman Saudi mengatakan 'Pak Menteri, apakah perlu setelah kita pulangkan kita denda sekalian?' Ya saya ketawa 'ya janganlah, mereka kan niatnya untuk menjalankan ibadah.' Walaupun saya tahu mereka juga guyon, bercanda, tapi yang penting mereka ingin sekali jemaah haji kita benar-benar siap mental dan juga fisik," katanya.
Meski begitu, Gus Irfan mengingatkan Tim Pusat Kesehatan Haji agar memastikan seluruh jemaah memenuhi standar istitha’ah atau kemampuan kesehatan sebelum diberangkatkan.
Pemerintah berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman tanpa risiko pemulangan akibat persoalan kesehatan.
Sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, jemaah juga akan kembali diperiksa di asrama haji untuk memastikan kesiapan terbang.
"Di asrama haji sebelum keberangkatan nanti Ibu-Bapak akan diperiksa secara standar kesiapannya untuk terbang," ujarnya.