Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Antisipasi Cuaca Panas di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Pakai Payung Hingga Tabir Surya 

Jemaah haji Indonesia gelombang pertama diminta untuk mengantisipasi cuaca panas.Perlindungan diri seperti memakai payung dan tabir surya diperlukan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
zoom-in Antisipasi Cuaca Panas di Arab Saudi, Jemaah Haji Diimbau Pakai Payung Hingga Tabir Surya 
Tribunnews.com/Sri Juliati
CUACA DI ARAB SAUDI Jemaah haji Indonesia gelombang pertama diminta untuk mengantisipasi cuaca panas.  Jemaah juga perlu membatasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kondisi kesehatan.Perlindungan diri seperti payung, kacamata, masker, alas kaki yang nyaman untuk menghadapi cuaca panas di Tanah Suci. 

 

Ringkasan Berita:
  • Jemaah haji Indonesia gelombang pertama diminta untuk mengantisipasi cuaca panas. 
  • Jemaah juga perlu membatasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kondisi kesehatan.
  • Perlindungan diri seperti payung, kacamata, masker, alas kaki yang nyaman untuk menghadapi cuaca panas di Tanah Suci.

 

 


TRIBUNNEWS.COM - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah mengimbau jemaah haji Indonesia gelombang pertama untuk mengantisipasi cuaca panas. 

Kepala Daker (Kadaker) Madinah Khalilurrahman mengatakan jemaah juga perlu membatasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kondisi kesehatan.

Baca juga: Kabar Terkini Masjidil Haram, Jemaah Haji dari Berbagai Negara Disambut Cuaca Terik

Dirinya mengimbau jemaah untuk menggunakan perlindungan diri seperti payung, kacamata, masker, alas kaki yang nyaman untuk menghadapi cuaca panas di Tanah Suci.

"Jemaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu, penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit," kata Khalilurrahman dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

SUASANA MASJIDIL HARAM - Suasana di Masjidil Haram, Makkah yang sebelumnya lengang kini mulai tampak ramai, Kamis (24/4/2026). Sejumlah jemaah haji dari berbagai negara seperti Bangladesh, Turki, hingga India mulai berdatangan.
SUASANA MASJIDIL HARAM - Suasana di Masjidil Haram, Makkah yang sebelumnya lengang kini mulai tampak ramai, Kamis (24/4/2026). Sejumlah jemaah haji dari berbagai negara seperti Bangladesh, Turki, hingga India mulai berdatangan. (Tribunnews.com/Sri Juliati)
Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga menyarankan jemaah menggunakan tabir surya (sunscreen) serta pelembap bibir untuk melindungi tubuh dari paparan panas ekstrem.

Di sisi lain, kabar baik datang bagi jemaah dari lima kloter pertama yang mendapatkan fasilitas hotel dengan jarak sangat dekat ke Masjid Nabawi. 

Jarak penginapan hanya sekitar 50 meter, sehingga memudahkan akses ibadah, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas, termasuk untuk berziarah ke Raudhah.

Lebih dari 2.500 jemaah disebut mendapatkan akomodasi yang berdekatan dengan pintu 330 Masjid Nabawi, sehingga mobilitas menuju area ibadah menjadi lebih ringan.

MASJIDIL HARAM - Masjidil Haram, Makkah Kamis (24/4/2026) mulai tampak ramai. Sejumlah jemaah haji dari berbagai negara seperti Bangladesh, Turki, hingga India mulai berdatangan.
MASJIDIL HARAM - Masjidil Haram, Makkah Kamis (24/4/2026) mulai tampak ramai. Sejumlah jemaah haji dari berbagai negara seperti Bangladesh, Turki, hingga India mulai berdatangan. (Tribunnews.com/Sri Juliati)

Selain itu, terdapat perubahan dalam layanan haji tahun ini, khususnya terkait kartu Nusuk. 

Jika sebelumnya dibagikan setibanya di Arab Saudi, kini kartu tersebut sudah diterima jemaah sejak di Tanah Air. 

Setibanya di hotel, pihak syarikah hanya memberikan sosialisasi penggunaan kartu tersebut.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Yusron B. Ambary mengingatkan mayoritas jemaah haji Indonesia merupakan lanjut usia, sehingga penting untuk menjaga kondisi fisik.

"Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi fisik yang prima sangat diperlukan agar jemaah dapat menjalani puncak ibadah haji pada Mei mendatang dengan baik.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas