Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengintip Ruang Kendali di Makkah, Pantau Pergerakan Ratusan Bus Jemaah Haji Secara Real Time

Ruang kendali haji Indonesia di Makkah memantau ratusan bus jemaah secara real time lewat GPS untuk memastikan layanan lancar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sri Juliati
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Mengintip Ruang Kendali di Makkah, Pantau Pergerakan Ratusan Bus Jemaah Haji Secara Real Time
Media Center Haji 2026/Sri Juliati
PUSAT RUANG KENDALI - Petugas haji dari layanan transportasi melakukan monitoring dan tracking layanan bus shalawat di pusat ruang kendali atau markas yang berada di kantor daker Makkah, Minggu (10/5/2026). 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Ruang layanan transportasi di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Mekah menjadi pusat kendali utama pergerakan bus jemaah haji Indonesia di Kota Makkah.

Ruang berukuran 6x4 meter yang di dalamnya terdapat lima layar itu berfungsi sebagai pusat monitoring dan tracking operasional ratusan bus Angkutan Kota Angkutan Perhajian (AKAP) selama musim haji 2026.

Dari ruangan tersebut, petugas haji dari layanan transportasi memantau pergerakan bus dari Madinah ke Makkah maupun sebaliknya, secara real time melalui sistem digital.

Kepala Seksi (Kasi) Transportasi Daker Makkah, Moh Afifuddin Zuhri menjelaskan, sistem itu terhubung dengan aplikasi khusus yang menampilkan posisi bus berdasarkan GPS yang terpasang pada setiap armada.

"Dengan GPS yang terpasang di bus, petugas dapat mengetahui posisi bus hingga estimasi waktu kedatangan dari Madinah ke sektor tujuan di Makkah," kata Afif kepada tim Media Center Haji (MCH), Minggu (10/5/2026).

Cara kerjanya, petugas di ruang kendali akan melakukan tracking (pelacakan) setiap bus pengangkut jemaah haji setelah mendapatkan jadwal keberangkatan dari petugas haji di Madinah.

Baca juga: Transformasi Layanan Konsumsi Haji 2026: PPIH Arab Saudi Digitalisasi 1,19 Juta Boks Makanan Jemaah

Rekomendasi Untuk Anda

Pelacakan berbasis kelompok terbang (kloter), nomor lambung yang berada di dalam bus, dan perusahaan operator transportasi yang kemudian dicocokkan dengan GPS.

Setelah mengetahui posisi bus berdasarkan titik GPS, petugas akan memperkirakan waktu tempuh bus menuju hotel tujuan di Makkah menggunakan aplikasi Google Maps.

Ketika terdapat permintaan dari sektor, petugas di ruang kendali langsung melakukan penelusuran posisi bus berdasarkan nomor kloter dan nomor lambung. 

Proses tracking tersebut dapat dilakukan dalam waktu singkat, mulai dari sekitar 30 detik hingga dua menit karena seluruh data sudah terintegrasi dalam sistem.

"Biasanya petugas haji di sektor atau wilayah pemondokan jemaah haji meminta informasi di mana posisi bus tersebut untuk memastikan, mereka memiliki kesiapan untuk melayani kedatangan. Tidak hanya ketika bus hampir sampai di Makkah, masih jauh pun, petugas dari sektor meminta informasi tersebut," urai Afif.

Ia menambahkan, estimasi waktu perjalanan terkadang tidak selalu akurat tergantung kondisi di lapangan. Oleh karena itu, sistem tracking digunakan untuk memperbarui informasi secara berkala.

Monitor Perjalanan Bus AKAP

Selain pelacakan, pihaknya juga melakukan monitoring perjalanan bus AKAP Madinah-Makkah menggunakan perangkat komunikasi bernama Bravo.

Dengan piranti mirip handy talky (HT) tersebut, petugas dari sektor akan meminta informasi dari ruang kendali di kantor daker yang kemudian dicek melalui GPS.

Menurut Afif, kombinasi antara pelacakan dengan GPS dan penggunaan Bravo merupakan salah satu bentuk digitalisasi layanan dalam penyelenggaraan ibadah haji selama beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Jelang Puncak Haji 2026, Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Tenaga dan Jaga Kesehatan

"Ini yang selalu kita tekankan, layanan transportasi antar kota itu harus ada GPS karena penting untuk memantau pergerakan," kata dia.

Sementara itu, Arudi Anga, petugas layanan monitoring transportasi menjelaskan, sistem tracking dan monitoring ini juga membantu dalam mengantisipasi berbagai kondisi di lapangan.

Misalnya keterlambatan, kemacetan, hingga gangguan teknis seperti kerusakan atau mogoknya bus di perjalanan.

"Patokannya posisi bus ada di kilometer berapa dengan jarak hotel. Jadi misalnya bus pertama dengan nomor lambung sekian, posisi ada di KM sekian, kurang lebih dua jam akan sampai di sektor, jadi teman-teman petugas sektor sudah siap-siap,” kata Arudi.

Ia menambahkan, sistem ini terus digunakan untuk memastikan kelancaran layanan transportasi jemaah, terutama pada masa puncak kedatangan di Makkah yang melibatkan ratusan bus setiap harinya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas