Kepala BGN Pilih Haji Reguler, Mohamad Hekal Bilang Patut Dicontoh
Mohamad Hekal menilainya bentuk kesederhanaan pejabat publik yang patut menjadi teladan.
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Kepala BGN Dadan Hindayana menunaikan ibadah haji tahun ini melalui haji reguler bukan fasilitas khusus.
- Hal ini menjawab pertanyaan publik mengenai keberadaan Dadan beberapa hari terakhir.
- Mohamad Hekal menilainya bentuk kesederhanaan pejabat publik yang patut menjadi teladan.
TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Anggota Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengungkapkan bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat ini tengah menunaikan ibadah haji melalui jalur haji reguler, bukan ONH Plus ataupun fasilitas khusus lainnya.
Menurut Hekal, pilihan tersebut menunjukkan sikap sederhana dan kedekatan Dadan Hindayana dengan masyarakat biasa.
Baca juga: Modus Liburan ke Malaysia Terbongkar, 13 WNI Batal Naik Haji Ilegal dari Kualanamu Medan
Bahkan, untuk bisa berangkat haji, Dadan diketahui mengikuti antrean haji reguler selama kurang lebih 12 tahun sebagaimana jamaah pada umumnya.
“Banyak yang bertanya beberapa hari ini ke mana Pak Dadan. Ternyata beliau sedang menunaikan ibadah haji reguler. Ini menarik karena beliau sebenarnya memiliki kemampuan untuk menggunakan fasilitas ONH Plus, tetapi memilih jalur reguler seperti masyarakat kebanyakan,” ujar Mohamad Hekal yang saat ini juga bertugas sebagai petugas haji di Tanah Suci, Sabtu (23/5/2026).
Politisi Partai Gerindra tersebut menambahkan, sebagai pejabat negara setingkat Kepala Badan Nasional, selain ONH Plus, Dadan Hindayana sejatinya juga memiliki peluang untuk memperoleh berbagai fasilitas dan kemudahan khusus selama menjalankan ibadah haji. Namun hal itu tidak dilakukan.
“Sebagai pejabat negara, saya lihat beliau memilih menjalani ibadah secara sederhana dan apa adanya bersama jamaah reguler lainnya,” kata Hekal.
Kesederhanaan itu, lanjut Hekal, juga terlihat dari fasilitas penginapan yang ditempati Dadan selama berada di Makkah. Hotel tempat menginap Kepala BGN tersebut berada cukup jauh dari Masjidil Haram, yakni sekitar 5 kilometer.
Baca juga: Komisi VIII DPR RI Minta Ada Skenario Darurat Antisipasi Kepadatan saat Puncak Haji
“Fasilitas hotel yang didapat juga biasa saja. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari Masjidil Haram. Bahkan kemarin beliau menuju Kabah menggunakan bus bersama jamaah lainnya,” ujarnya.
Menurut Hekal, di tengah tingginya perhatian publik terhadap gaya hidup pejabat negara, sikap yang ditunjukkan Kepala BGN tersebut patut diapresiasi karena mencerminkan nilai kesederhanaan dan keteladanan.
“Kesederhanaan seperti ini penting ditunjukkan pejabat publik. Jabatan tinggi tidak membuat beliau mengambil fasilitas berlebihan. Beliau tetap memilih menjalani proses sebagaimana masyarakat umum,” pungkas Hekal.
Dadan Hindayana tercatat berangkat ke Tanah Suci pada 20 Mei 2026 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 4 Juni 2026.