Jemaah Haji Reguler Akan Menginap di Hotel Berbintang ,Dekat Masjid Nabawi yang Biasa untuk ONH Plus
Sebanyak 16.904 jemaah haji reguler Indonesia akan menempati hotel berbintang di Madinah dekat dengan Masjid Nabawi saat berada di Madinah.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 16.904 jemaah haji reguler Indonesia akan menempati hotel berbintang di Madinah.
- Lokasi hotel ini dekat dengan Masjid Nabawi saat berada di Madinah.
- Jemaah haji reguler dari Indonesia akan menempati hotel Millennium, Hilton, Makarem, dan Front Taiba yang selama ini lebih dikenal sebagai akomodasi bagi jemaah haji khusus.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 16.904 jemaah haji reguler Indonesia akan menempati hotel berbintang empat dan lima yang berlokasi dekat dengan Masjid Nabawi saat berada di Madinah.
Hotel-hotel tersebut antara lain Millennium, Hilton, Makarem, dan Front Taiba yang selama ini lebih dikenal sebagai akomodasi bagi jemaah haji khusus.
Baca juga: Detik-detik Evakuasi Jemaah Haji Indonesia saat Kebakaran Hotel di Makkah, Turun Via Tangga Darurat
"Ini menjadi salah satu peningkatan layanan yang patut disyukuri. Untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan haji Indonesia, puluhan ribu jemaah reguler dapat menikmati hotel berbintang empat dan lima yang lokasinya sangat dekat dengan Masjid Nabawi," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, melalui keterangan tertulis, Minggu (7/6/2026).
Hotel-hotel yang memiliki akses terdekat ke Masjid Nabawi, kata Dahnil, akan diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah berkebutuhan khusus.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan haji yang ramah lansia dan inklusif.
"Kita ingin memastikan kelompok rentan mendapatkan kemudahan akses beribadah serta kenyamanan selama berada di Madinah," ujarnya.
Layanan Kunjungan ke Raudhah
Selain menyiapkan akomodasi, pemerintah juga menyediakan berbagai layanan pendukung ibadah bagi jemaah selama berada di Madinah.
Layanan tersebut meliputi fasilitasi kunjungan ke Raudhah, pelaksanaan Arbain, hingga ziarah ke sejumlah situs bersejarah.
"Raudhah difasilitasi oleh Daerah Kerja Madinah. Begitu juga ziarah ke Masjid Quba, Jabal Uhud, dan lokasi bersejarah lainnya. Semua disiapkan untuk memberikan kemudahan kepada jemaah," kata Dahnil.
Dahnil menegaskan seluruh layanan bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang akan tiba di Madinah telah siap, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan.
Ia berharap peningkatan kualitas layanan yang diberikan tahun ini dapat memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).