Pemberontak Chechnya Mengklaim Bertangung Jawab Bom Moskow
Pemimpin pemberontak Chechnya, Doku Umarov, mengklaim bahwa kelompoknya berada di balik peristiwa dua bom bunuh diri di kota Moskow yang menyebabkan 39 orang tewas, Senin lalu.
Editor:
Juang Naibaho
TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Pemimpin pemberontak Chechnya, Doku Umarov, mengklaim bahwa kelompoknya berada di balik peristiwa dua bom bunuh diri di kota Moskow yang menyebabkan 39 orang tewas, Senin lalu.
Dalam pesan video yang diposting di situs web pemberontak Chechnya, Umarov mengatakan bahwa ia sendiri yang memerintahkan serangan tersebut. Pesan itu datang saat pihak Rusia sedang mengubur korban pertamanya hari Senin.
Penyelidik Rusia menyatakan percaya dua pembom bunuh diri perempuan ini terkait dengan militan di Kaukasus Utara. Setidaknya 12 orang, termasuk seorang pejabat kepolisian setempat, tewas oleh dua bom bunuh diri di Rusia Republik Kaukasus Utara, Dagestan.
Sebuah bom mobil meledak pukul 08.30 waktu setempat di luar kantor kementerian dalam negeri dan badan keamanan di kota Kizlyar. Seseorang yang membawa bom meledakkan diri, dan disusul oleh seorang pengebom lagi 20 menit kemudian, ketika orang banyak telah berkumpul.
Pihak keamanan setempat menyatakan, tidak mungkin untuk mengonfirmasi secara independen bahwa pria di video tersebut adalah Doku Umarov.
Dalam video tersebut, Umarov mengatakan, warga sipil "dibantai oleh penjajah Rusia" karena mereka mengumpulkan bawang putih liar untuk makan keluarga mereka. "Perang akan datang ke jalan Anda, dan Anda akan merasakannya hingga kulit Anda sendiri."
Sebelumnya pada hari Rabu, juru bicara Doku Umarov telah mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok militan itu tidak melakukan serangan di Moskow, dan mengaku tidak tahu siapa yang melakukannya.(*)
Sumber: CNN