Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Iran Tunda Lempari Sakineh dengan Batu

Pemerintah Iran menunda pelaksanaan eksekusi atas Sakineh Mohammadi Ashtiani, seorang wanita yang dituduh melakukan perzinahan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: OMDSMY Novemy Leo
RIBUNNEWS.COM, IRAN --- Pemerintah Iran menunda pelaksanaan eksekusi atas Sakineh Mohammadi Ashtiani, seorang wanita yang dituduh melakukan perzinahan.

Penundaan hukuman terhadap wanita itu akhirnya dilaksanakan menyusul reaksi penolakan dunia, beberapa minggu terakhir.

Seperti dilansir dari laman The Telegraph edisi 8 September 2010, pengumuman penundaan ini muncul sehari setelah Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso, mengkritik rencana tersebut.

"Vonis mengenai urusan di luar nikah ini telah berhenti dan akan dievaluasi," kata juru bicara Kementerian Luar Neger Iran, Ramin Mehmanparast, kepada televisi negara itu, Press TV.

Ashtianiwas dituduh melakukan zina pada 2006. Dia juga dituduh ikut terlibat dalam pembunuhan suaminya. Dalam siaran live melalui telepon, Mehmanparast mengatakan tuduhan pembunuhan itu," tengah diselidiki kembali untuk putusan akhir."

Zina adalah satu-satunya kejahatan yang dihukum dengan lemparan batu di bawah hukum Sharia yang diadopsi Iran setelah revolusi Islam tahun 1979. Sementara pidana mati untuk kasus pembunuhan di negara ini diganjar di tiang gantung.

Pengacara mengatakan Ashtiani kemungkinan akan dipidana 15 tahun penjara dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan ini.

Sejumlah tokoh hak asasi manusia, para intelektual, bahkan politisi Eropa mengampanyekan penentangan eksekusi Ashtiani ini. Termasuk Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan istrinya Carla Bruni.

Rekomendasi Untuk Anda

Di Washington, juru bicara pemerintah Amerika Serikat, PJ Crowley, menyatakan, "Kami bergabung dengan banyak suara di seluruh dunia untuk menentang hukuman Iran ini. Tapi, pada akhirnya ini semua kewenangan pemerintah Iran."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas