Mahasiswa Belanda Heran dengan Pembatalan SBY
Mahasiswa Wageningen University and Research (WUR) Belanda heran dengan pembatalan kunjungan Presiden RI SBY ke Belanda.
Editor:
Yulis Sulistyawan
TRIBUNNEWS.COM, WAGENINGEN - Kabar kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Wageningen University and Research (WUR) tidak banyak diketahui oleh mahasiswa maupun masyarakat setempat.
Kabar ini hanya diketahui oleh mahasiswa Indonesia dan masyarakat Indonesia yang ada di Wageningen. Sehingga ketika terjadi pembatalan, respon masyarakat setempat dan mahasiswa lain yang berasal dari 102 negara itu pun biasa-biasa saja.
Walaupun begitu, mahasiswa internasional terutama asal Belanda yang mengetahui adanya kunjungan ini mengaku heran mengapa Presiden SBY sampai membatalkan niatnya untuk mengujungi Belanda.
"Saya agak heran mengapa harus dibatalkan, sebab ada pernyataan di media kalau pemerintah Belanda siap menjamin kalau tidak akan terjadi penahanan," kata Philip Dietl, mahasiswa Master Ilmu Lingkungan asal Belanda.
Sebaliknya, batalnya kunjungan SBY ke Belanda menjadi pembicaraan hangat mahasiswa Indonesia di Belanda. Sebelum kuliah atau diskusi kelompok, mahasiswa Indonesia membicarakan hal ini saat bertemu dengan mahasiswa Indonesia lainnya. Milis-milis mahasiswa Indonesia juga diramaikan diskusi seputar batalnya kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu.
Ada yang merespon biasa-biasa saja namun ada juga yang menyayangkannya. Pembatalan ini tentu saja mengejutkan karena protokol Istana Negara, Kedutaan Besar Indonesia dan pejabat militer Belanda sempat melakukan kunjungan ke Wageningen Universiy Jumat lalu, (1/10).
Mereka melihat ruangan yang akan dijadikan tempat berlangsungnya diskusi antara SBY dengan mahasiswa Indonesia di Wageningen. Pihak universitas sendiri telah mengirimkan e-mail ke mahasiswa Indonesia untuk menghadiri acara itu dan meminta untuk mengenakan baju batik.