Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

China Minta Korut dan Korsel Tahan Diri

Pemerintah China meminta Korea Selatan dan Korea Utara menahan diri agar tidak sampai menambah ketegangan.

Editor: OMDSMY Novemy Leo
TRIBUNNEWS.COM, SEOUL --- Pemerintah China meminta Korea Selatan dan Korea Utara menahan diri agar tidak sampai menambah ketegangan.

Sebagaimana dilansir BBC, China sebagai mitra utama Korut mengatakan kedua pihak harus lebih banyak berbuat guna menciptakan perdamaian. Kementerian luar negeri Cina mengatakan perundingan enam negara mutlak dilanjutkan.

“Kami telah menerima laporannya dan menyatakan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Kami harap kedua belah pihak dapat menciptakan perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei di Beijing, Selasa (23/11/2010), seperti dilansir dari laman Yonhap.

Hong mengatakan bahwa pemerintah China menanggapi serius laporan dari seorang ilmuwan AS yang mengatakan bahwa Korut memiliki fasilitas pengayaan uranium baru. Temuan ini, ujar Hong, semakin menambah pentingnya dilakukan kembali pembicaraan enam pihak.

“China mendukung usaha denuklirisasi di semenanjung Korea. Posisi China konsisten dan tetap untuk mewujudkan semenanjung Korea bebas nuklir melalui jalan dialog dan konsultasi. Yang terpenting sekarang adalah memulai pembicaraan enam pihak,” ujarnya.

Serangan dimulai saat Korut menembakkan artileri ke arah pulau Yeonpyeong di perbatasan kedua Korea. Serangan langsung dibalas yang berujung adu tembak kedua pihak.

Seorang tentara angkatan laut Korea Selatan dilaporkan tewas dan tiga lainnya mengalami luka parah. Sementara itu, penduduk diungsikan dan puluhan rumah terbakar dalam adu tembak kedua pihak.

Tembak menembak artileri ini terjadi ketika utusan khusus Amerika Serikat untuk Korea Utara Stephen Bosworth menutup kemungkinan menggelar kembali perundingan enam pihak tentang Korea Utara selama Pyongyang melanjutkan program nuklir.

Pihak Korsel mengatakan militer Korut menembakan sekitar 200 peluru artileri ke salah satu pulau Korsel di dekat wilayah perbatasan bagian barat yang diperebutkan dengan Korut. Tembakan peluru artileri Korut disebutkan menewaskan seorang tentara Korea Selatan. Sejumlah rumah rusak dan melukai beberapa tentara serta warga sipil.

Serangan Korut ke Korsel itu juga diduga terjadi sebagai upaya Korut untuk mencari perhatian dunia atas suksesi kepemimpinan yang akan dilakukan oleh pemimpin Kim Jong-il kepada anaknya Kim Jong-un. Pada pengamat telah memperkirakan hal ini akan terjadi.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka mengatakan bahwa suksesi kepemimpinan akan ditandai oleh serangkaian agresi untuk menunjukkan kekuatan militer Korut. Selain itu, pada pekan ini juga, Korut mengungkapkan pengayaan uraniumnya yang ditakutkan akan digunakan untuk membuat senjata nuklir.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas