Analis: Ah...Korea Utara Cuma Cari Perhatian Saja
Rasa frustasi Korea Utara (Korut) kini kembali keluar dengan melakukan tembakan mematikan yang ditujukan rival terdahulunya
Penulis:
Widiyabuana Slay
Seperti dikatakan analisJean H. Lee yang juga Kepala Biro AP di Korsel dan sudah mengunjungi Korut, Rabu (24/11/2010), tembakan yang dialamatkan ke pulau milik Korea Selatan tidak datang dari arah manapun melainkan dari Korut. Selama berpekan-pekan, Korut berusaha mendekati AS dan Korsel dan sudah memberikan peringatan jika tak ada reaksi maka akan memakan korban.
Akibat serangan itu, puluhan rumah terbakar, warga sipil berlarian dan bersembunyi di tempat bunker perlindungan dan menewaskan dua marinir Korsel. Namun, ini akan menarik perhatian yang berusaha memulai negosiasi untuk menukar program nuklir mereka untuk sebuah bantuan.
Sedikitnya setelah 60 tahun sejak pertarungan dimulai, Seoul menyatakan jika Semenanjung Korea dalam kondisi perang. Korsel yang mendapat dukungan Amerika Serikat (AS) menjadi negara terbesar ke-15 di dunia di sektor ekonomi.
Dua pekan lalu, Seoul menjadi perhatian saat menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi G-20 dan mengumpulkan 30 para pemimpin dunia. Ini dianggap sebagai upaya diplomatik yang akan memberikan dukungan penuh. Pekan depan, Korsel akan mencoba peruntungan menjadi penyelenggara Piala Dunia 2022.
Naiknya Korsel menjadi bintang membuat Korut makin terpuruk. Korsel makin kaya dan Korut miskin karena kehilangan bantuan dari Uni Soviet, kesalahan manajemen, dan juga bencana alam menjadi penyebab dari kehancuran negara itu.