Presiden Korsel Lee ke Jepang Minta Bantuan
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan menyatakan, pemerintahnya siap menyambut kedatangan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak.
Editor:
OMDSMY Novemy Leo
Sebagaimana dilansir NHK, pertemuan itu akan dihadiri kalangan legislatif Jepang. Maksud pertemuan itu untuk membicarakan sejumlah perjanjian, diantaranya kerjasama antara Korsel, Jepang dan AS terkait upaya menanggulangan serangan Korea Utara (Korut).
Kan mengatakan, Jepang akan bekerja sama dengan Korsel dan AS untuk menghadapi Korut. Berikut bekerja sama menyetujui perjanjian dengan Korsel terkait pengembalian artefak kebudayaan Korea yang masih berada di tangan Negeri Matahari Terbit.
Krisis di Korea bermula ketika Utara menembakkan puluhan peluru roket artileri ke pulau Yeonpyeong, dekat ke perbatasan laut antara kedua negara, hari Selasa (23/11/2010 siang waktu setempat. Akibatnya, dua warga sipil Korea Selatan dan dua marinir terbunuh. Hal ini , menyulut pengunduran diri menteri pertahanan Korea Selatan dan protes marah di Korea Selatan.
Pihak Korut melakukan serangan ke Yeonpyeong karena adanya latihan militer antara AS dan Korsel di pulau itu. Usai penyerangan, Korut mengancam akan kembali menyerang Korsel jika AS dan Korsel menggelar latihan militer.
"Kami akan melancarkan tindakan keras militer terhadap provokasi yang melanggar wilayah perairan kami," kata kantor berita KCNA Korea Utara yang dikendalikan pemerintahnya.
Pada Minggu (28/11/2010), kapal induk USS George Washington dan empat kapal angkatan laut AS lainnya, tiba di Korsel. Pesawat ini tiba bersama sejumlah kapal perusak, kapal patroli, frigat, kapal pendukung and pesawat terbang antikapal-selam dari Korea Selatan.
Baca tanpa iklan