Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Yayasan Islam California Selatan Protes Diskotek La Meca

Warga Spanyol pun, kata kelompok itu, pastilah tidak bisa menerima kalau diskotek didesain menyerupai gereja

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dahlan Dahi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Diskotek menyerupai masjid di Spanyol, La Meca, mengundang protes dari berbagai penjuru. Salah satunya dari Islamic Foundation of Southern California, Amerika Serikat.

"We should not disrespect other people's religion, or religious figures," tulis yayasan itu dalam pesannya di causes.com. Kita seharusnya tidak melecehkan agama atau simbol-simbol agama umat lain, begitu pesan kelompok itu.

Yayasan itu mengatakan, masjid seharusnya tidak dinistakan dengan menjadikannya seperti diskotek. Warga Spanyol pun, kata kelompok itu, pastilah tidak bisa menerima kalau diskotek didesain menyerupai gereja.

Dengan nada keras, kelompok itu menulis pesan: "If you hate Islam and you don't want Mosques in your country [Spain] you can remove them, but you have no right to insult us and create a night club that looks like a Mosque."

Setelah heboh dengan kartun Nabi Muhammad, Eropa kembali bikin heboh. Kali ini dengan night club atau klub malam dengan arsitektur bangunan dan desain interior menyerupai masjid. Namanya La Meca.

Disktotek La Meca terletak di Kota Aguilas, Murcia, selatan Spanyol. Bangunannya dilengkapi kubah, mirip masjid. Sebagai diskotek, tentu pengunjung menenggak minuman keras, berdansa, dan bersuka ria.

Heboh mengenai diskotek berarsitektur masjid ini disebarkan melalui pesan berantai di BlackBerry Mesengger, lengkap dengan tautan (link) foto-fotonya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas