Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Hanya Punya Waktu Tujuh Jam Evakuasi WNI

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, menyebut Pemerintah Indonesia hanya diberi waktu selama tujuh jam untuk melakukan proses evakuasi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proses evakuasi, kloter pertama Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Mesir, menggunakan satu unit Maskapai Garuda Indonesia, resmi berlangsung pada hari ini.

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, menyebut Pemerintah Indonesia hanya diberi waktu selama tujuh jam untuk melakukan proses evakuasi tersebut.

"Masalahnya waktu ini sangat sempit, semua harus selesai dari pukul 08.00 sampai sampai 15.00 sore, semua harus selesai selama tujuh jam," tutur Marty.

Rencananya pada pukul 08.00 waktu setempat terang Marty, Pemerintah Indonesia akan mengevakuasi WNI keluar dari rumah mereka menuju titik-titik penampungan sementara, kemudian setelahnya, mereka akan dibawa menuju Bandara Kairo.

"Jam 08.00 pergeseran dari kediaman ke titik penampungan dan digeser ke airport," ujarnya.

Namun kendala lainnya yang dihadapi di lapangan, ungkapnya, adalah sarana transportasi yang mengakut WNI dalam proses evakuasi.

Ia menuturkan, sekitar 300 orang WNI yang akan dievakuasi yang masuk dalam kloter pertama, tidak diperkenankan menggunakan sarana transportasi darat berukuran besar, seperti bus.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ada kendala di Kairo dilarang kendaraan besar berupa bus, kita harus menggeser 400 sekarang, menggunakan kendaraan sedang dan kecil sehingga membutuhkan waktu," ucapnya.

Di antara kuota 400 orang yang akan dievakuasi, pihaknya mendahulukan bagi perempuan dan anak kecil. Proses evakuasi sendiri dipimpin Satuan Kerja Evakuasi yang dibentuk oleh Presiden kemarin, dan akan dikordinasikan dengan KBRI Indonesia di Kairo.

"Kita kordinasi dengan Pak Hasan, kita sudah melaporkan ke beliau terkini. yang kami dengar yang terdaftar 300 orang. Diprioritaskan perempuan, anak-anak, TKW, dan juga turis Indonesia yang terjebak di Mesir," tutupnya.

Pecahnya aksi demonstrasi menentang Pemerintahan Presiden Mesir Hoesni Mubarak, berbuntut pecahnya bentrokan masal di Ibukota Negeri Piramid tersebut.

Situasi kota diketahui sangat mencekam, dimana Pemerintah Mesir sudah mulai menerapkan jam malam, yaitu selepas pukul 15.00 waktu setempat.

Diperkirakan sudah seratus orang meninggal dunia akibat insiden tersebut, selama ribuan orang ditahan.

Diperkirakan sebanyak 6.100 WNI tinggal di Mesir. Proses evakuasi pun akhirnya diputuskan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia terhadap warganya di Mesir, seiring belum meredanya kekacauan yang terjadi di Mesir.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas