Warga Mesir Laksanakan Salat Subuh di Hari Baru
Warga Mesir bangun dengan hari baru, Sabtu (12/2/2011), setelah berada dalam kekuasaan Presiden Hosni Mubarak selama 30 tahun
Penulis:
Widiyabuana Slay
Saat adzan salat Subuh berkumandang di seantero Kairo, suara terompet pun menjadi penanda dari jatuhnya sang presiden dan dimulai awal hari baru bagi warga Mesir. "Rakyat telah menjatuhkan rezim. Revolusi kaum muda yang memaksa Mubarak lengser," demikian bunyi headline di surat kabar al-Ahram.
Gelombang orang-orang memenuhi seluruh jalan di negara terbesar di kawasan Arab, hanya empat pekan setelah Tunisia juga berhasil menggulingkan presiden mereka. Kini, di seluruh kawasan Timur Tengah, para penguasa kini mengkalkulasi kemungkinan mereka untuk tetap bisa bertahan.
"Revolusi 25 Januari sudah menang. Mubarak mundur dan militer mengambil alih," demikian tulis surat kabar Al-Gomhuria. Selama 18 hari melalui unjuk rasa di Lapangan Tahrir dan terus menerus melakukan aksi meskipun korban tewas sudah berjatuhan dan ekonomi serta pariwisata menjadi porak poranda.
"Kita akhirnya bisa mendapatkan kesempatan memilih pemerintahan dan kami akan mendapatkan negara yang lebih baik," kata seorang pekerja di pusat layanan seluler, Rasha Abu Omar (29). Sesaat setelah Mubarak mundur, seluruh kota di Mesir dipenuhi kegembiraan seperti di Kairo, Alexandria, dan sejumlah kota lainnya.