Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Sipil Libya Dilatih Perang

Desertir militer itu mengajari warga sipil untuk menggunakan peralatan militer, termasuk penggunaan senjata antipesawat terbang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dahlan Dahi
TRIBUNNEWS.COM - Kelompok oposisi menguasai Benghazi, salah satu kota terbesar di Libya. Kota ini jatuh setelah oposisi bahu membahu dengan personel militer yang desertir.

Aljazeera melaporkan, desertir militer itu mengajari warga sipil untuk menggunakan peralatan militer, termasuk penggunaan senjata antipesawat terbang.

Latihan itu sebagai persiapan menghadapi gempuran loyalis Moaamar Khadafy atau untuk menyerang Tripoli, ibu kota negara yang dikuasai sepenuhnya oleh loyalis Khadafy.

Tripoli sepenuhnya dalam penguasaan Khadafy. Aljazeera mengutip sumber-sumber mengatakan, kelompok oposisi tidak berkutik. Mereka tidak punya akses menguasai senjata.

"Tripoli adalah kota tanpa senjata. Kami hanya melawan dengan batu," kata warga Tripoli.

Khadafy belum menunjukkan tanda-tanda untuk menyerah kendati mendapat tekanan dari oposisi di dalam negeri dan para pemimpin Barat, termasuk Presiden AS Barack Obama.

Penguasa Libya sejak 41 tahun lalu, yang dilaporkan menguasa Tripoli, ibu kota Libya, sementara beberapa kota lainnya jatuh ke tangan oposisi, Minggu (27/02/2011) waktu setempat, "memperluas wilayah" melalui pendukung fanatiknya.

APTN melaporkan, seperti dikutip Tribunnews.com dari Aljazeera, loyalis Khadafy unjuk kekuatan di kota Harsha, sekitar 35 kilometer dari Tripoli, ke arah kota Zawiya.

Rekomendasi Untuk Anda

Empat hari lalu, Zawiya dikuasai kelompok oposisi dan personel militer yang membelot.

"Sekarang (Zawiya) tampaknya menjadi target kekuatan loyalis rezim," tulis Aljazeera.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas