Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Radiasi Nuklir Ancam Warga Jepang Kehilangan Sel Darah Putih

Tingkat radiasi udara sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Jepang terus mengalami peningkatan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Suasana mengkhawatirkan terus berkecamuk di Jepang. Pasalnya, tingkat radiasi udara sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Jepang terus mengalami peningkatan. Setelah ledakan bangunan pembangkit di nomor empat, radiasi udara Jepang dipastikan membengkak.

Sekretaris Kabinet Yukio Edano mengatakan, tingkat radiasi di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir di reaktor No.1 Fukushima telah memasuki batas aman kesehatan manusia.

"Radiasi terdeteksi 400 millisieverts per jam di sekitar gedung reaktor No.3  pada pukul 10:22 waktu setempat," kata Yukio seperti dilansir dari NHK.

Menurutnya, angka 400 microsieverts setara dengan  400.000 microsieverts atau empat kali lebih tinggi dari batas aman radiasi terhadap manusia. Pada tingkat seperti itu dapat mengakibatkan hilangnya sel darah putih.

Sebelumnya, operator Tokyo Electric Power Co mengatakan radiasi terbaca 8.217 mikrosievert pada 08:31 naik dari 1.941 satu jam 40 menit sebelumnya.

Pihak berwenang di kompleks Daiichi Fukushima masih berusaha mencegah kebocoran di tiga reaktor nuklir pabrik setelah kerusakan akibat gempa bumi 9 Richter yang memicu tsunami Jumat pekan lalu.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas