Perdana Menteri Jepang Naoto Kan Dipaksa Mundur
Kondisi politik Jepang yang rapuh membuat pihak oposisi di negara itu meminta agar Perdana Menteri Naoto Kan segera mundur
Penulis:
Widiyabuana Slay
Saat ini kondisi kilang nuklir Fukushima di sebelah timur laut negara itu benar-benar sangat rawan dan para ilmuwan berusaha mencari jalan untuk mendinginkan satu dari enam reaktor. Sementara badan Badan Nuklir dan Keamanan Industri Jepang mengeluarkan pernyataan jika ada kemungkinan lubang yang memberikan dorongan ke satu dari unit reaktor tersebut.
Kan, yang mendapatkan dukungan sebanyak 30 persen, sedang berusaha mencari koalisi besar demi menolong negara itu keluar dari bencana alam terburuk serta mencari dana demi membangun kembali yang merupakan pembangunan terbesar sejak terjadinya Perang Dunia II.
Partai Demokratik, tempat Kan bernaung, mengontrol majelis rendah namun tetap membutuhkan oposisi demi meloloskan anggaran karena partainya tidak mendapat mayoritas di majelis tinggi. Ini bisa memungkinkan legislasi itu akan dilawan.
Sayangnya, kepala oposisi yaitu Liberal Democratic Party (LDP), yang sebelumnya memberikan dukungan, pada akhirnya berubah pikiran dan memaksa Kan mundur. "Inilah saatnya (bagi sang perdana menteri) untuk memutuskan apakah dirinya akan pergi atau tetap tinggal," jelas politisi LDP, Sadakazu Tanigaki.