Warga Mesir: Kami Ingin Penegakan Hukum Berdasarkan Alquran
Kebanyakan warga Mesir percaya jika hukum di negara mereka harus berbasis ke Alquran.
Penulis:
Widiyabuana Slay
Dilansir AP, Rabu (27/4/2011), hasil ini juga menunjukkan jika warga Mesir kini menuju ke arah konservatif setelah 40 tahun dan kini menginginkan agar ada partai agama di dalam pemerintahan masa mendatang. Namun, hanya kelompok minoritas yang bersimpati dengan partai agama fundamentalis.
Namun, secara keseluruhan, hasil jajak pendapat itu memperlihatkan gambaran secara umum bahwa warga Mesir ingin lembaga berbasis keagamaan yang moderat ketimbang para ekstremis dan mengedepankan demokrasi jika ada masalah ketidakstabilan politik.
Hasil jajak pendapat ini dirilis Senun (25/4/2011) malam waktu setempat dan lima bulan sebelum pelaksanaan pemilu legislatif. Ini adalah jajak pendapat pertama yang dirilis sejak mantan presiden Hosni Mubarak digulingkan pada Februari lalu.
Partai Islam menjadi pilihan favorit dengan 50 persen responde menyatakan sangat penting partai berbasis agama menjadi bagian dari pemerintahan.
Sebanyak 62 persen warga Mesir mengatakan mereka percaya hukum yang ditegakkan di negara mereka harus berbasis Alquran meski 27 persen mengatakan hukum yang dibangun selama ini hanya cukup memperlihatkan nilai-nilai Islam dan prinsipnya secara umum.
Jajak pendapat ini menggunakan metode wawancara terhadap 1.000 warga Mesir dan dilakukan Pew Research Center pada 24 Maret dan 7 April. Margin errornya adalah kurang lebih empat persen.