Kapten Concordia Mengaku Hanya Ikuti Permintaan Manajer
Kapten Kapal pesiar Costa Concordia, Francesco Schettino, mengaku telah berbuat kesalahan
Editor:
Prawira
Laporan wartawan tribunnews.com, samuel febriyanto
TRIBUNNEWS.COM - Kapten Kapal pesiar Costa Concordia, Francesco Schettino, mengaku telah berbuat kesalahan, yang mengakibatkan kapal yang dinahkodainya karam setelah bertabrakan dengan batu karang di perairan dekat Pulau Isola del Giglio, Italia.
Namun ia menyalahkan seorang manajer perusahaan yang mengelola Kapal Costa Concordia, atas kesalahan yang ia perbuat. Menurut rekaman pembicaraan diantara Francesco dengan seorang kerabatnya yang tersiar ke media lokal Italia, Francesco mengaku, dirinya disuruh oleh sang manajer untuk berlayar mendekati area tempat Costa Concordia menemui ajalnya.
"Di posisi saya, tidak akan ada seorang pun berlayar kesana, namun mereka terus memaksa saya, pergi, pergi kesana, kondisi disana ternyata cukup dangkal, tetapi itu tidak terlihat di instrumen yang saya miliki sehingga saya pergi kesana dalam rangka untuk mengikuti apa yang manajer inginkan, ujar Francesco," seperti dikutip CNN, Kamis (26/1/2012).
Dalam rekaman percakapan itu, Francesco juga mengatakan, dirinya tetap menjaga kecepatan kapal dikisaran 15 knot, adalah untuk menjaga kapal agar tidak tenggelam.
"Itu adalah cara yang memungkinkan untuk membatasi kapal agar tidak miring," ucapnya.
Pembicaraan diantara sang Kapten dengan kerabatnya tersebut diperkirakan terjadi pada tanggal 14 Januari, pasca kapal Costa Concordia karam. Francesco menghubingi kerabatnya tersebut melalui telepon kantor kejaksaan italia.
Sebelumnya CEO, Costa Cruciere, Pier Luigi Foschi, sang kapten kapal, tiba-tiba mengubah haluan kapal, tanpa persetujuan pihaknya, mendekati Pulau Isola del Giglio.
Menurut rekaman percakapan diantara Frencesco dengan pejabat pelabuhan yang bocor ke media Italia, rute perjalanan Costa Concordia, sejak meninggalkan Pelabuhan Civitavecchia, Roma, Jumat, telah ditetapkan.
Namun, Francesco memutuskan mengubah rute, berlayar mendekati Pulau Giglio untuk memberikan manuver penghormatan kepada seorang rekannya sesama kapten yang memiliki rumah di pulau Tuscan.