Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Diselamatkan, 219 Penumpang Kapal MV Rabaul Queen

Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) berhasil menyelamatkan 219 orang korban tenggelamnya feri MV Rabaul Queen

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM - Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) berhasil menyelamatkan 219 orang korban tenggelamnya feri MV Rabaul Queen, di perairan Papua Nugini, Kamis (2/2/2012).

Juru bicara AMSA, Carly Lusk, mengatakan jumlah korban jiwa dalam tragedi tersebut bisa diminimalisir menimbang baiknya cuaca, dan kondisi laut, dengan kecepatan angin sekitar 10 (18kmh) knot.

"Kami banyak menemukan korban hidup disana. Ada laporan banyak korban selamat mengapun menggunakan rakit, jadi kita berharap jumlah (korban) selamat dapat meningkat dalam waktu dekat," ujar Carly seperti dikutip dari yahoonews, Kamis.

Operasi penyelamatan korban tenggelamnya kapal MV
Rabaul Queen, dilakukan oleh Otoritas Keselamatan Maritim Papua Nugini, dibantuk oleh Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA).

AMSA telah menerjunkan pesawat dari Kota Cairns, Australia timur laut, serta beberapa rakit untuk membantu operasi penyelamatan.

Menteri Luar Negeri Australia, Kevin Rudd mengatakan pihaknya telah menghubungi Pemerintah Papua New Guinea untuk menawarkan bantuan. "Hati kami beserta mereka yang tenggelam," kata Kevin dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu Perdana Menteri Australia, Julia Gillard yang baru-baru ini kehilangan sebagian sepatunya, ketika dicegat oleh sejumlah demonstran mengatakan, insiden tenggelamnya kapal MV Rabaul Queen merupakan tragedi kemanusiaan.

"
Ini jelas merupakan tragedi, 350 orang tenggelam. Bisa jadi kita kehilangan banyak orang disini," kata Julia Gillard kepada wartawan di Melbourne.

Hingga kini belum ada informasi identitas maupun ke warga negaraan seluruh penumpang kapal feri tersebut, pihak
pemilik kapal, juga mengaku belum mendapatkan informasi penyebab kecelakaan kapal yang tenggelam dengan cepat tersebut.

"Tidak ada tanda dari Rabaul Queen," kata perusahaan Starship pihak pemilik kapal dalam pernyataannya kepada Reuters.


Seperti diberitakan sebelumnya
kapal MV Rabaul Queen, tenggelam bersama dengan 350 penumpangnya, diduga akibat cuaca buruk. Menurut pihak pemilik kapal Starship, pihaknya menjalin komunikasi dengan kapal tersebut pada pukul 06.00, saat tengah menuju wilayah Kimbe dan Lae, yang terletak di wilayah Timur negara Pasifik. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas