Diselamatkan, 219 Penumpang Kapal MV Rabaul Queen
Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) berhasil menyelamatkan 219 orang korban tenggelamnya feri MV Rabaul Queen
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM - Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) berhasil menyelamatkan 219 orang korban tenggelamnya feri MV Rabaul Queen, di perairan Papua Nugini, Kamis (2/2/2012).
Juru bicara AMSA, Carly Lusk, mengatakan jumlah korban jiwa dalam tragedi tersebut bisa diminimalisir menimbang baiknya cuaca, dan kondisi laut, dengan kecepatan angin sekitar 10 (18kmh) knot.
"Kami banyak menemukan korban hidup disana. Ada laporan banyak korban selamat mengapun menggunakan rakit, jadi kita berharap jumlah (korban) selamat dapat meningkat dalam waktu dekat," ujar Carly seperti dikutip dari yahoonews, Kamis.
Operasi penyelamatan korban tenggelamnya kapal MV Rabaul Queen, dilakukan oleh Otoritas Keselamatan Maritim Papua Nugini, dibantuk oleh Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA).
AMSA telah menerjunkan pesawat dari Kota Cairns, Australia timur laut, serta beberapa rakit untuk membantu operasi penyelamatan.
Sementara itu Perdana Menteri Australia, Julia Gillard yang baru-baru ini kehilangan sebagian sepatunya, ketika dicegat oleh sejumlah demonstran mengatakan, insiden tenggelamnya kapal MV Rabaul Queen merupakan tragedi kemanusiaan.
"Ini jelas merupakan tragedi, 350 orang tenggelam. Bisa jadi kita kehilangan banyak orang disini," kata Julia Gillard kepada wartawan di Melbourne.
Hingga kini belum ada informasi identitas maupun ke warga negaraan seluruh penumpang kapal feri tersebut, pihak pemilik kapal, juga mengaku belum mendapatkan informasi penyebab kecelakaan kapal yang tenggelam dengan cepat tersebut.
"Tidak ada tanda dari Rabaul Queen," kata perusahaan Starship pihak pemilik kapal dalam pernyataannya kepada Reuters.
Seperti diberitakan sebelumnya kapal MV Rabaul Queen, tenggelam bersama dengan 350 penumpangnya, diduga akibat cuaca buruk. Menurut pihak pemilik kapal Starship, pihaknya menjalin komunikasi dengan kapal tersebut pada pukul 06.00, saat tengah menuju wilayah Kimbe dan Lae, yang terletak di wilayah Timur negara Pasifik.