Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepala Al Qaeda Tewas Dirudal Pesawat Tanpa Awak

Serangan pesawat tempur milik Amerika Serikat (AS) di Pakistan kembali menelan korban, kali ini korbannya merupakan salah satu kepala kelompok

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM - Serangan pesawat tempur milik Amerika Serikat (AS) di Pakistan kembali menelan korban, kali ini korbannya merupakan salah satu kepala kelompok teroris internasional Al Qaeda.

Badar Mansur, yang konon dikirim ke Afghanistan untuk mengelola kamp pelatihan milisi Al Qaeda, di Waziristan Utara, tewas dalam serangan menjelang fajar dekat perbatasan Afghanistan, seperti dikatakan oleh pejabat Pakistan, dan anggota kelompoknya kepada AFP, Kamis (9/2/2012).

"Ia tewas dalam serangan rudal semalam di Miranshah. Kematiannya menjadi pukulan telak bagi Al Qaeda, dan melemahkan kemampuan tempurnya untuk menyerang di Pakistan," kata seorang pejabat senior yang enggan diungkapkan namanya.

Kematiannya juga telah dikonfirmasi oleh salah satu pengikutnya. "Badr Mansur tewas dalam serangan rudal," seorang militan yang dikonfirmasi melalui telepon.

Namun para petinggi dinas intelijen Paksitan di Miranshah, kota utama di wilayah Waziristan Utara, belum bisa memastikan kematian Mansur.

"Kami tidak yakin. Kami tidak bisa memberikan konfirmasi begitu saja," kata salah satu dari mereka AFP tanpa menyebut nama.

Berdasarkan laporan, dalam serangan rudal pesawat tanpa awak militer AS itu, tewas sedikitnya empat militan.

Militer AS, belum mengkonfirmasi kebenaran serangan tersebut, namun seorang pengamat kotra terorisme mengungkapkan Mansur merupakan kepala lokal Al-Qaeda dan salah satu sasaran utama Amerika di Pakistan.

"Jika itu benar, ini adalah kabar baik bagi perjuangan anti-terorisme, dan ini sangat penting bagi AS dan Pakistan," katanya.

Para pejabat Pakistan mengatakan, Mansur bertanggungjawab atas serangan di Karachi dan di masyarakat minoritas Ahmadi yang menewaskan hampir 100 orang di kota timur Lahore pada Mei 2010.

Ahmadiyah, yang dianggap sebuah sekte Islam, menjadi subyek diskriminasi di Pakistan, yang menyatakan mereka non-Muslim pada tahun 1974.

Berumur sekitar 40-an, berasal dari Dera Ghazi Khan di provinsi Punjab, ia pindah ke Miranshah beberapa tahun lalu untuk mendirikan kamp pelatihan.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas