Ancam Memberontak, Anak Kadhafi Jadi Tahanan Rumah
Salah satu anak mendiang Presiden Libya, Muammer Kadhafi, Saadi Kadhafi, ditetapkan menjadi tahanan rumah oleh Pemerintah Niger
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan wartawan tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM - Salah satu anak mendiang Presiden Libya, Muammer Kadhafi, Saadi Kadhafi, ditetapkan menjadi tahanan rumah oleh Pemerintah Niger, setelah ia mengucapkan pernyataan kontroversial, yaitu akan memimpin pemberontakan di Libya, pasca ayahnya digulingkan.
Saadi melarikan diri ke Niger, beberapa bulan saat kepemimpinan ayahnya digoyoang oleh kelompok pemberontakan. Ia kemudian diberikan suaka oleh Pemerintah Niger
Namun belum diketahui alasan Pemerintah Niger menahanan Saadi, namun Pemerintah Transisi Libya (NTC), menilai, pernyataan Saadi-lah yang membuatnya ditetapkan menjadi tahanan rumah oleh Pemerintah Niger.
"Saadi menggunakan suaka yang iberikan di Niger atas dasar kemanusiaan untuk melakukan tindakan agresi terhadap rakyat Libya dan revolusi yang mereka lakukan," kata Juru Bicara NTC, Mohammed Nasr al-Hraizi dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN, Senin (13/2/2012).
Pemerintah transisi Libya, lanjutnya telah menyampaikan keluhannya secara resmi kepada Pemerintah Niger terkait pernyataan Saadi tersebut, seraya meminta langkah tegas terhadap Saadi, termasuk ekstradisi ke Libya.
Keinginan Pemerintah Transisi Libya itu, keluar menjelang perayaan hari ulang tahun pemberontakan yang jatuh pada 17 Februari, mendatang, enam bulan sebelum pemberontak menggulingkan Kadhafi.
Sebelumnya, Saadi mengancam akan memimpin pemberontakan terhadap pemerintah peralihan negara itu. Ancaman itu ia lontarkan saat diwawancarai oleh stasiun televisi Nigeria, al-ArabiyaSabtu (11/2/2012).
Menurutnya, para pengikut ayahnya di Libya saat ini masih terbilang banyak, hal itu tidak terhitung yang berada di dalam Dewan Transisi Nasional yang berkuasa (NTC). "Pemberontakan tidak hanya terbatas di beberapa daerah, namun mencakup semua wilayah Jamahiriya. Pemberontakan ini ada dan saya mengikuti dan menyaksikannya, karena tumbuh lebih besar hari demi hari," katanya, seperti dikutip BBC, Minggu (12/2/2012).
Saadi yang melarikan diri dari Libya, menuju Nigeria, pada bulan Agustus tahun lalu, dan menetap di negara itu, setelah ayahnya digulingkan oleh kelompok pemberontak Libya. Dalam pelariannya, Saadi mengaku terus melakukan kontak dengan tentara, milisi, para pejabat NTC, dan anggota lain dari keluarga Kadhafi. (cnn)