Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
Live
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Dituding Menyihir, Ibu Dua Anak Dibakar

Seorang ibu dari dua anak, dibakar hidup-hidup setelah dituduh melakukan praktik sihir, di wilayah Nepal tengah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi
Memuat video…

laporan wartawan tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang ibu dari dua anak, dibakar hidup-hidup setelah dituduh melakukan praktik sihir, di wilayah Nepal tengah.

Seperti diberitakan oleh BBC, Senin (20/2/2012), Dhegani Mahato (40), diserang, dan dibakar oleh anggota keluarga, setelah seorang dukun menuduhnya memantrai salah satu kerabatnya, hingga jatuh sakit.

Menurut anggota kepolisian, Hira Mani Baral, serangan itu terjadi di hari Jumat, (17/2/2012), di Bagauda, Kabupaten
Chitwan, sekitar 80 kilometer (50 mil) barat daya dari ibukota Nepal, Kathmandu.

Dhegani, ungkapnya baru saja selesai membersihkan kandang sapi, di Jumat pagi, ketika iadiserang. Tanpa perlawanan ia dipukuli menggunakan tongkat dan batu sebelum disiram dengan minyak tanah dan dibakar.

Mirisnya, penganiyaan Dhegani
disaksikan oleh putrinya yang masih berusia 9 tahun. Tetangganya mengatakan kepada polisi, mereka mengetahui kejadian tersebut, namun saat itu sudah terlambat untuk menyelamatkannya.

Pihaknya menurut Hira, telah menangkap 10 orang yang dinilai paling bertanggungjawab dalam insiden main hakim tersebut, dimana diantara mereka termasuk dua orang dukun, lima wanita dan seorang anak berusia 8 tahun.

"Mereka yang ditangkap telah mengakui kejahatan mereka dan akan dikenakan dengan pasal pembunuhan," katanya.

Pemerintah memberikan 1 juta rupee Nepal (sekitar $ 14.000) sebagai kompensasi untuk dua anak Dhegani. (cnn)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas